Kempupera Targetkan Pembangunan Bendungan Rukoh Tuntas 2022

Kempupera Targetkan Pembangunan Bendungan Rukoh Tuntas 2022
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melakukan pembangunan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. ( Foto: Ist )
Thresa Sandra Desfika / FMB Minggu, 23 Februari 2020 | 08:18 WIB

Aceh, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menargetkan pembangunan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh tuntas pada 2022. Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan air di Aceh.

Menpupera Basuki Hadimuljono mengatakan, pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Di samping itu, kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

“Pembangunan bendungan akan diikuti dengan ketersediaan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat segera dimanfaatkan karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri Basuki dalam keterangannya, Minggu (23/2/2020).

Bendungan yang berada di aliran Sungai Krueng Rukoh ini memiliki luas area genangan mencapai 767 hektare dan disiapkan untuk menampung air hingga 128 juta meter kubik. Bendungan ini nantinya dapat mengairi lahan persawahan seluas 11.950 hektare (ha) khususnya di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie.

Bendungan ini dibangun sejak akhir tahun 2018 dengan biaya APBN sebesar Rp 1,5 triliun. Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap melalui dua paket dengan masing-masing kontraktor, PT Nindya Karya (Persero) untuk paket 1 senilai Rp 377 miliar serta PT Waskita Karya (Persero) Tbk KSO PT Adhi Karya (Persero) dan PT Andesmont Sakti untuk paket 2 senilai Rp 1,129 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com