Pemerintah Akan Evakuasi 188 WNI ABK World Dream ke Pulau Sebaru

Pemerintah Akan Evakuasi 188 WNI ABK World Dream ke Pulau Sebaru
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Lenny Tristia Tambun / JAS Senin, 24 Februari 2020 | 12:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator (Menko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah Indonesia memutuskan akan melakukan evakuasi terhadap 188 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja menjadi anak buah kapal (ABK) Kapal Persiar World Dream.

Mereka akan dievakuasi dari kapal pesiar tersebut dengan kapal KRI Dr Soeharso milik TNI AL ke pulau tak berpenghuni di Pulau Sebaru, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Di sana, 188 ABK WNI ini akan dilakukan observasi selama 14 hari.

Hal ini disampaikan Muhadjir Effendy seusai rapat internal dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

“Tadi kami mendapatkan pengarahan sekaligus keputusan tentang rencana evakuasi WNI yang berstatus di kapal, baik yang ada di kapal pesiar World Dream maupun di Diamond Princess,” kata Muhadjir Effendy.

Sesuai dengan arahan Presiden, lanjut Muhadjir Effendy, evakuasi WNI di dua kapal pesiar itu akan ditangani satu per satu. Hal ini agar proses evakuasi dapat berjalan dengan cermat dan mengutamakan prinsip kehati-hatian.

Pemerintah memutuskan untuk melakukan evakuasi terlebih dahulu terhadap 188 ABK WNI di kapal pesiar World Dream. Saat ini, KRI Dr Soeharso TNI AL sudah berlayar untuk melakukan evakuasi tersebut.

“Dan sementara yang kita putuskan untuk mengevakuasi anak buah kapal dari World Dream. Kapal Suharso sudah ke laut, nanti kemudian mereka dipindahkan ke kapal Soeharso. Tetapi kapal Soeharso akan diobservasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan TNI AL,” jelas Muhadjir Effendy.

Kalau 238 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok diobservasi di Natuna, maka 188 ABK WNI akan diobservasi di Pulau Sebaru yang berada di Kabupaten Kepulauan Seribu.

“Lokasi sudah diterapkan dan disiapkan, yaitu di Kepulauan Seribu. Ada pulau yang tidak berpenghuni, di Sebaru 1,” ungkap Muhadjir Effendy.

Alasan memilih Pulau Sebaru, menurut Muhadjir Effendy, dikarenakan selain aman, tempat tersebut tidak ada penghuninya. Sehingga pemerintah tinggal memakai pulau tersebut.

“Pokoknya ada tempat yang kita anggap aman. Karena ada pulau yang tidak ada penghuninya, kita tinggal pakai saja,” jelasnya.

Seperti diketahui, pengoperasian kapal jenis cruise ini dihentikan karena wabah virus corona. Kapal ini berlabuh di perairan internasional dekat Kepulauan Bintan untuk memindahkan para awak WNI ke kapal milik TNI AL.

Pihak kapal persiar World Dream memastikan seluruh ABK WNI telah diperiksa kesehatannya oleh Departemen Kesehatan Hong Kong. Hasil pemeriksaan, seluruh ABK WNI bebas dari virus Korona. Bahkan kepal pesiar ini sudah mendapatkan sertifikat bebas virus corona dari Depertemen Kesehatan Hong Kong.



Sumber: BeritaSatu.com