Datangi IPB, Mentan Ajak Rektor Gerakkan Pembangunan Pertanian

Datangi IPB, Mentan Ajak Rektor Gerakkan Pembangunan Pertanian
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan gagasan pengembangan inovasi dan teknologi, serta gerakan dalam memajukan pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan nasional di Kampus IPB Bogor, Selasa, 25 Februari 2020. (Foto: Humas Kementerian Pertanian RI)
Carlos Roy Fajarta / JAS Selasa, 25 Februari 2020 | 15:51 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak Forum Rektor Indonesia (FRI) menggerakkan seluruh komponen bangsa agar turut serta dan terlibat langsung dalam gerakan pembangunan pertanian nasional.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri diskusi publik "Penguasaan dan Pengembangan Inovasi Teknologi untuk meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional" bersama Forum Rektor Indonesia (FRI) yang digelar di Auditorium Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (25/2/2020) pagi.

"Saya mau dengar apa sih yang menjadi keinginan rektor untuk membangun pertanian yang lebih baik ini. Kalau begitu kita harus bersama-sama membangun pertanian ini sebagai sebuah gerakan bersama," ujar Mentan.

Menurut Syahrul, gerakan bersama wajib dilakukan karena sektor pertanian sangat erat dengan kebutuhan pokok yang menjadi konsumsi masyarakat Indonesia sehari-hari. Di sisi lain, pertanian juga berkaitan langsung pada penyelesaian angka pengangguran karena adanya lapangan pekerjaan yang pasti.

"Dan saya berharap IPB mem-backup kami (Kemtan) lima tahun ke depan. Sebab, sektor pertanian itu membuat orang pasti tidak akan miskin. Pertanian tidak ada yang gagal jika kita tidak salah manajemen," kata Syahrul Yasin Limpo.

Untuk diketahui, saat ini Kemtan memiliki kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan Agriculture War Room (AWR) sebagai pusat data.

"Keduanya bisa kita gunakan sebagai alat gerakan bersama. Apalagi kita sudah menggunakan sistem online, sistem digital dan teknologi canggih lainnya. Sebab kalau tidak, kita akan susah mengurai masalah pertanian yang ada," kata Mentan.

Sementara itu, Rektor IPB, Arif Satria mengaku siap untuk terlibat langsung pada gerakan pertanian yang sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai upaya pemerintah dalam memenuhi kecukupan pangan nasional.

"Saya kira isu pangan adalah isu yang up to date, juga isu yang abadi dan harus kita bangun bersama melalui gerakan pertanian. Apalagi Kementan (Kemtan) sekarang memiliki AWR untuk menguatkan data kita agar semakin kuat. Tentu kita ingin membangun pertanian berbasis data yang lebih baik," ujar Arif Satria.



Sumber: BeritaSatu.com