Survei indEX Research: PDIP Kuasai Pemilu 2024, Capres Terkuat Prabowo-Anies

Survei indEX Research: PDIP Kuasai Pemilu 2024, Capres Terkuat Prabowo-Anies
Prabowo Subianto. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / RSAT Selasa, 25 Februari 2020 | 17:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemilu 2024 menjadi titik baru regenerasi elite politik, mengingat dua periode masa jabatan Jokowi akan berakhir. Berkaca dari pengalaman Demokrat, suara partai berkuasa tersebut turun drastis dan kalah setelah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak lagi dapat mencalonkan diri.

Temuan survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan PDI Perjuangan (PDIP) tidak akan bernasib seperti Demokrat. Setelah menang pemilu legislatif pada 2014 dan 2019, PDIP diprediksi akan kembali unggul atau juara tiga periode berturut-turut.

“Jika pemilu digelar saat ini, PDIP meraih elektabilitas tertinggi yaitu sebesar 28,7%,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni di Jakarta, pada Selasa (25/2/2020).

Sedangkan Gerindra, lanjut Vivin, membayangi PDIP dengan elektabilitas 14,3%. Tiga partai politik lainnya dipastikan aman posisinya jika ambang batas parlemen tidak berubah, yaitu Golkar (9,4%), PKS (6,2%), dan PKB (5,1%). Suara Demokrat hanya sebesar 3,5%, disusul PPP (3,0%), Nasdem (2,6%), dan PSI (2,5%).

“Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengalami peningkatan elektabilitas jika dibandingkan perolehan suara pada Pileg 2019 lalu yang hanya meraih 1,89%,” tutur Vivin.

Meskipun tidak memiliki wakil di Senayan, PSI berhasil menguasai satu fraksi di DPRD DKI Jakarta. Menurut Vivin, konsistensi anggota legislatif PSI di DKI dalam mengawal uang rakyat dan mengkritisi kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan mempengaruhi elektabilitas.

"Demikian pula dengan munculnya tokoh-tokoh muda baru PSI, seperti William Aditya Sarana di DPRD DKI," kata dia.

Vivin juga mengatakan capaian elektabilitas PSI berbanding terbalik dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang hanya sebesar 1,3%. Sebagai parpol Senayan, kata dia, PAN mengalami penurunan elektabilitas setelah gonjang-ganjing perpecahan dalam kongres.

Di golongan papan bawah, berturut-turut elektabilitas parpol non-Senayan adalah Perindo (1,5%), Berkarya (1,0%), Hanura (0,9%), Garuda (0,2%), PBB (0,1%), dan PKPI (0,1%). Sisanya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab 19,8%.

10 Capres Terkuat
“Menariknya, meskipun PDIP adalah parpol paling kuat, tetapi sosok kader partai pengganti Jokowi masih belum kuat menandingi figur capres pilihan publik,” ungkap Vivin.

Temuan survei indEX, kata dia, menunjukkan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan merupakan capres terkuat saat ini. Setelah dua kali bertarung dalam pilpres, absennya Jokowi pada 2024 memberi peluang kepada Prabowo untuk maju kembali dan memenangkan pilpres mendatang.

"Elektabilitas Prabowo paling tinggi di antara tokoh-tokoh lain, mencapai 21,1%," tandas dia.

Figur-figur di luar koalisi pendukung Jokowi pada pilpres lalu juga mendulang elektabilitas yang tinggi. Nama Anies yang kerap digadang-gadang sebagai lawan politik Jokowi meraih elektabilitas 13,3%, disusul oleh Sandiaga Uno sebesar 11,4%.

Sebagai catatan, Prabowo dan Sandi sebelumnya berhadap-hadapan dengan Jokowi pada pilpres 2019 dan Anies-Sandi memenangkan Pilkada DKI 2017. Usai rekonsiliasi politik, Prabowo bergabung dalam kabinet periode kedua Jokowi dengan menjabat Menteri Pertahanan.

“Baik Prabowo maupun Sandi sama-sama figur Gerindra, sedangkan kader PDIP yang paling tinggi elektabilitasnya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yaitu sebesar 9,9%,” tutur Vivin.

Selain Ganjar, terdapat nama-nama berlatar belakang kepala daerah yang berpeluang maju ke panggung elektoral di tingkat nasional. Mereka adalah Ridwan Kamil (7,3%), Tri Rismaharini (4,5%), dan Khofifah Indar Parawansa (2,6%).

Ada pula tokoh nasional seperti menteri BUMN Erick Thohir (6,1%), Agus Harimurti Yudhoyono (2,8%), dan Menko Polhukam Mahfud MD (1,3%). Sisanya hanya meraih elektabilitas di bawah 1%, dan tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 18,4%.

Survei indEX Research dilakukan pada 1-10 Februari 2020, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95%.



Sumber: BeritaSatu.com