Tragedi Sisir Sungai Sempor, Para Tersangka Lalai Kedepankan Manajemen Risiko
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tragedi Sisir Sungai Sempor, Para Tersangka Lalai Kedepankan Manajemen Risiko

Selasa, 25 Februari 2020 | 19:40 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / LES

Sleman, Beritasatu.com - Tiga tersangka tragedi sisir Sungai Sempor yang memakan 10 korban jiwa siswa SMPN 1 Turi Sleman, IYA (37) seorang guru PNS, DDS (58) pembina Pramuka dari unsur masyarakat umum, dan R (58) guru PNS diketahui, telah memiliki sertifikat sertifikat kursus mahir dasar (KMD) Pramuka. Menurut Wakapolres Sleman Kompol Akbar Bantilan, Selasa (25/2/2020), semua tersangka telah memiliki sertifikat kursus mahir dasar (kmd) Pramuka, namun dinilai lalai dalam mengedepankan manajemen risiko.

“Harusnya mereka lebih memahami bagaimana keamanan melakukan kegiatan kepramukaan," tegasnya.
Tersangka berinisial IYA warga Caturharjo, Sleman yang juga sebagai guru olahraga, R warga Turi yang juga guru seni budaya dan DS (58) warga Ngaglik. Ketiganya dianggap bertanggung jawab atas kejadian tenggelam siswa saat susur sungai setelah dilakukan gelar perkara, telah cukup mendapatkan alat bukti.

Adapun R adalah guru dan merupakan ketua gugus depan (gudep) di sekolah tersebut, dan selama kejadian ia hanya menunggu di sekolah. Sedangkan DDS merupakan pembina pramuka dari luar sekolah yang menunggu di lokasi finis.

"Ketiganya, tidak menyiapkan kelengkapan alat keamanan, dan tidak peduli dengan gejala alam yang sudah menunjukkan cuaca mendung, dan gerimis, dan siswa hanya bisa menurut," ujarnya.

Berdasarkan fakta hasil pemeriksaan, dari tujuh pembina yang bertugas saat itu, hanya empat yang ikut sisir sungai dan mengawal 249 siswa. Jumlah yang sangat tidak seimbang, dan keempat pembina pun ikut hanyut meski bisa menyelamatkan diri. "Bisa dibayangkan 200-an siswa hanya ada empat pembina," ucap Akbar

Tiga tersangka, justru tidak ikut sisir sungai. Padahal, ide dan penentuan lokasi susur sungai berasal dari tiga orang ini. "Justru IYA tidak ikut turun (ke sungai), bahkan pergi keperluan transfer uang di bank. Setelah kejadian baru datang untuk ikut membantu. Padahal kejadian itu sekejap, pembina yang ikut turun pun ikut terseret," bebernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo menambahkan, bahwa kegiatan Pramuka di SMPN 1 Turi dilakukan setiap hari Jumat mulai pukul 13.30-15.30 WIB, dan kegiatan sisir sungai dilakukan satu kali dalam satu semester. Sisir sungai tahun 2019 di lakukan di titik utara lokasi kejadian sekarang. "Tiga orang ini yang punya sertifikat keahlian, jadi tahu manajemen risiko dari perencanaan hingga pelaksanaan. Tiga orang ini yang paling bertanggung jawab tapi tidak ada upaya. Itulah kenapa kita berani menetapkan tersangka," ujarnya.

Memahami
Bahkan IYA mengaku sudah memahami wilayah sisir sungai, tetapi tidak ada inisiatif untuk mengecek kondisi sungai beberapa hari sebelum acara. Ketiganya, telah melanggar pasal 359 KUHP dan Pasal 360 ayat 1 KUHP karena kesalahannya menyebabkan orang meninggal dunia atau terluka.

Dalam pengakuannya, IYA mengatakan, bahwa pada pukul 13.15 WIB saat menyiapkan anak-anak dan ketika memberangkatkan pada pukul 13.30 cuaca masih belum hujan. "Saya cek sungai di atas air juga tidak deras. Dan kembali ke start juga air tidak bermasalah. Kemudian di situ juga ada teman saya yang biasa mengurusi sisir sungai di Sempor jadi saya yakin tidak terjadi apa-apa," ujarnya.

Bahkan IYA menyatakan, sisir sungai hari itu untuk latihan karakter siswa. Tujuannya agar para siswa dapat memahami sungai, karena menurutnya anak sekarang jarang main di sungai atau menyusuri sungai. Ditanya soal mengapa tidak ada perlengkapan keselamatan, IYA ia menjawab singkat. "Karena airnya cuma selutut”.

IYA menuturkan, kejadian hari itu adalah kelalaian mereka dan dia meminta maaf kepada keluarga korban meninggal. "Kami sangat menyesal dan memohon maaf kepada keluarga korban terutama keluarga korban meninggal. Ini sudah jadi risiko kami, sehingga apapun yang menjadi keputusan akan kami terima. Semoga keluarga korban bisa memaafkan kesalahan kami," katanya.

Sedangkan tersangka R yang seorang guru seni budaya, dan juga sebagai ketua gugus depan sekolah mengatakan bahwa susur sungai itu sudah sering dilakukan. "Tugasnya saya saat itu hanya menunggui di sekolah untuk mencatat siswa yang kembali dari susur sungai. Termasuk jaga barang-barang siswa, karena sejak pagi, anak-anak tidak pulang dulu. Sebenarnya saya tinggal dua tahun lagi pensiun," ujarnya.

Status PNS
Kedua tersangka IYA dan R yang merupakan guru PNS, belum diberhentikan atau masih menunggu proses hukum yang sedang dijalani. Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Arif Haryono menyatakan, jam pelajaran yang diampu keduanya, untuk sementara yang kosong, diserahkan kepada pihak sekolah.

"Untuk guru yang ditahan belum diberhentikan dari status PNS, masih menunggu proses hukum hingga selesai," ucapnya.

Sedangkan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), akan memberikan pendampingan hukum kepada tersangka. Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menjelaskan, masyarakat jangan menghakimi sepihak, bahwa guru melakukan kesalahan. Menurutnya, kegiatan sisir sungai, terencana.

Ia memaparkan, bahwa peristiwa ini haruslah menjadi refleksi agar ke depan tidak ada laha kejadian serupa. Semua pihak harus memperhitungkan faktor cuaca dan lainnya baik itu kegiatan indoor atau outdoor. Dikatakan, bahwa PB PGRI siap memberikan pendampingan hukum pada guru yang dinilai bertanggung jawab atas kecelakaan yang telah terjadi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pemerintah Kutuk Pelaku Kekerasan terhadap Tokoh Agama dan Perusakan Fasilitas Ibadah

Pemerintah mengutuk pelaku kekerasan terhadap tokoh agama dan perusakan fasilitas ibadah, di sejumlah tempat, di Indonesia

NASIONAL | 25 September 2021

Panen Jagung di Pelosok, Pengamat: Bukti 2,3 Juta Ton Ada

Ketersediaan jagung saat ini ternyata dalam kondisi melimpah, seiring panen raya di musim kedua yang terus berlangsung.

NASIONAL | 25 September 2021

Pengganti Azis Syamsuddin Jadi Wakil Ketua DPR, Golkar: Itu Hak Prerogatif Airlangga

Hal ini (pengganti Azis Syamsuddin sebagai wakil Ketua DPR) adalah hak prerogratif dari Ketum Partai Golkar.

NASIONAL | 25 September 2021

BPS Anugerahi Kemtan Sebagai Mitra Terbaik Satu Data

Penganugerahan tersebut merupakan rangkaian BPS Award.

NASIONAL | 25 September 2021

Azis Syamsuddin Jadi Tersangka Kasus Suap, Golkar Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

Golkar mengedepankan asas hukum praduga tak bersalah atau presumption of innocence dalam menghadapi kasus hukum yang menimpa Azis Syamsuddin

NASIONAL | 25 September 2021

Aksi Teror KKB, Satgas Evakuasi Belasan Warga dari Distrik Kiwirok

Evakuasi warga dibagi dalam dua kloter terbang. Kloter pertama terdiri dari 11 warga, tiga anak-anak dan delapan warga dewasa. Kloter kedua enam warga.

NASIONAL | 25 September 2021

Azis Syamsuddin Jadi Tersangka Suap, Golkar Akan Berikan Bantuan Hukum

Partai Golkar akan memberikan bantuan hukum kepada Azis Syamsuddin jika yang bersangkutan memintanya

NASIONAL | 25 September 2021

Gerakan Mobil Masker BNPB Sambangi 4 Klaster Penyelenggara PON Papua

BNPB menurunkan gerakan mobil masker di 4 klaster penyelenggara pertandingan yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

NASIONAL | 25 September 2021

KPK Dalami Keterlibatan Azis Syamsuddin dalam Kasus Dugaan Suap Eks Bupati Kukar

KPK mendalami dugaan keterlibatan Azis Syamsuddin terkait dugaan suap eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin.

NASIONAL | 25 September 2021

Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Mundur dari Wakil Ketua DPR

DPP Golkar akan segera memproses penggantian Azis Syamsuddin dalam waktu dekat.

NASIONAL | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

KESEHATAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings