Tersangka Kasus Siswa Hanyut Saat Susur Sungai Belum Diberhentikan

Tersangka Kasus Siswa Hanyut Saat Susur Sungai Belum Diberhentikan
Tiga tersangka tragedi susur sungai yang memakan 10 korban jiwa siswa SMPN 1 Turi Sleman, yakni IYA (37) seorang guru PNS, DDS (58) pembina Pramuka dari unsur masyarakat umum dan R (58) guru PNS, dikawal polisi saat diperiksa di Mapolres, Sleman. (Foto: Beritasatu Photo / Fuska Sani Evani)
Fuska Sani Evani / JAS Selasa, 25 Februari 2020 | 19:58 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - IYA dan R dua dari tiga tersangka tragedi siswa hanyut dalam susur sungai yang memakan 10 korban jiwa siswa SMPN 1 Turi Sleman yang merupakan guru PNS, belum diberhentikan atau masih menunggu proses hukum yang sedang dijalani.

Tiga orang yang menjadi tersangka tragedi ini adalah IYA (37) seorang guru PNS, DDS (58) pembina Pramuka dari unsur masyarakat umum, dan R (58) guru PNS.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Arif Haryono menyatakan, jam pelajaran yang diampu keduanya, untuk sementara yang kosong, diserahkan kepada pihak sekolah.

"Untuk guru yang ditahan belum diberhentikan dari status PNS, masih menunggu proses hukum hingga selesai," ucapnya.

Sedang Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), akan memberikan pendampingan hukum kepada tersangka.

Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menjelaskan masyarakat jangan judgement sepihak, bahwa guru melakukan kesalahan. Menurutnya, kegiatan susur sungai, terencana.

Ia memaparkan, bahwa peristiwa ini haruslah menjadi refleksi agar ke depan tidak ada laha kejadian serupa. Semua pihak harus memperhitungkan faktor cuaca dan lainnya baik itu kegiatan indoor atau outdoor.

Dikatakan, bahwa PB PGRI siap memberikan pendampingan hukum pada guru yang dinilai bertanggung jawab atas kecelakaan yang telah terjadi.



Sumber: BeritaSatu.com