Maret-Mei, Diskon Tiket Penerbangan Hingga 50% ke 10 Destinasi

Maret-Mei, Diskon Tiket Penerbangan Hingga 50% ke 10 Destinasi
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub), Novie Riyanto (tengah), bersama pihak-pihak berkepentingan saat mengumumkan diskon tarif penerbangan pesawat kelas ekonomi ke 10 destinasi wisata prioritas selama Maret-Mei 2020, Selasa, 25 Februari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Thresa Sandra Desfika )
Thresa Sandra Desfika / JAS Selasa, 25 Februari 2020 | 22:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah bersama stakeholders perhubungan udara memberikan diskon tarif penerbangan pesawat kelas ekonomi ke 10 destinasi wisata prioritas selama Maret-Mei 2020. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub), Novie Riyanto, hal tersebut guna menjaga tingkat kunjungan turis tetap terjaga di tengah penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Tanah Air akibat wabah virus korona.

Adapun 10 destinasi wisata yang dimaksud, antara lain Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pandan, serta Tanjung Pinang.

Novie Riyanto mengungkapkan, insentif yang disiapkan akan diberikan langsung kepada penumpang melalui diskon tarif pesawat. Setiap penerbangan domestik ke 10 destinasi yang dimaksud akan disediakan kuota diskon untuk 25 persen dari total kapasitas kursi setiap pesawat. Besaran diskonnya pun tergantung dari kelas layanan yang diberikan oleh masing-masing maskapai.

"Untuk full service diskonnya 45 persen, medium service 48 persen, dan nofrill (low cost carrier/LCC) diskon 50 persen. Diskon ini diterapkan dalam jangka waktu tiga bulan atau pada saat low season," ujar Novie di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Novie Riyanto menambahkan, insentif diberikan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat tetap baik, khususnya untuk penerbangan domestik, di tengah wabah virus korona. Menurut dia, dengan adanya insentif, pengurangan penerbangan akibat wabah virus korona diharapkan tertutup dengan lalu lintas penumpang penerbangan domestik yang meningkat karena adanya insentif itu.

Dalam memberikan insentif ini, pemerintah turut melibatkan PT Pertamina, PT Angkasa Pura I dan Angkasa Pura, hingga AirNav Indonesia.

"Sebanyak 30 persen untuk insentif ini dari APBN sekitar Rp 500 miliar. Selain itu, ada kontribusi (diskon) bahan bakar dari Pertamina, (diskon passenger service charge/PSC) dari penyelenggara layanan bandara, dan juga insentif dari penyedia layanan navigasi penerbangan," imbuh Novie Riyanto.



Sumber: BeritaSatu.com