BNN Ungkap Modus Baru Sindikat Narkoba

BNN Ungkap Modus Baru Sindikat Narkoba
Badan Narkotika Masional (BNN) Sumut mengungkap modus baru sindikat narkoba jaringan internasional. (Foto: Beritasatu Photo / Arnold H Sianturi)
Arnold H Sianturi / FER Selasa, 25 Februari 2020 | 23:14 WIB

Medan, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut mengungkap modus baru sindikat narkoba jaringan internasional dari kawasan Binjai dan Aceh.

BNN: Tembak Mati Saja Polisi yang Terlibat Narkoba

Dalam kasus ini, petugas mengamankan 28 kilogram (kg) sabu-sabu yang disembunyikan di dalam truk tangki berisikan bahan bakar minyak (BBM).

"Barang bukti narkoba yang dikemas dalam 28 bungkus ini ditemukan setelah truk kita bawa ke Markas BNN. Sebab, saat pemeriksaan awal di Binjai, kita kesulitan mencari barang bukti. Narkoba ini kita temukan setelah mengerahkan anjing pelacak," ujar Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial, Selasa (25/2/2020).

Atrial memaparkan, identitas kedua tersangka sindikat narkoba itu adalah Abadi Samad (45) dan Marzuki Ahmad (49). Abadi Samad merupakan sopir truk tangki, sedangkan Marzuki bertugas sebagai transporter. Dalam kasus ini, petugas BNN masih memburu bos kedua tersangka berinisial R asal Aceh.

BNN Tangkap Bandar Sabu 35 Kg Jaringan Internasional

"Kasus ini terungkap setelah kita mendapatkan informasi masyarakat. Petugas kita langsung turun ke Jalan Medan - Aceh kawasan Binjai. Petugas memberhentikan truk tangki BM 8108 SD. Saat dilakukan penggeledahan, petugas kesulitan menemukan barang terlarang itu," jelasnya.

Tidak ingin kecolongan, petugas kemudian membawa truk itu ke Markas BNN Sumut. Petugas kemudian mengerahkan anjing pelacak. Tidak lama kemudian, anjing itu mengendus narkoba ada di dalam mobil tangki. Selain itu, narkoba juga ditemukan dalam perkakas kotak penyimpanan kunci kendaraan.

"Narkoba ini dibawa dari Aceh yang sebelumnya dipasok dari Malaysia. Narkoba ini mau dibawa untuk diedarkan di Jakarta maupun daerah lainnya. Kedua tersangka masih diperiksa penyidik guna dilakukan pengembangan lebih lanjut. Sepertinya, mereka sudah lama terlibat dalam jaringan sindikat internasional itu," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com