Gubernur Papua Barat Dukung Pengembangan Vokasi P2TIM

Gubernur Papua Barat Dukung Pengembangan Vokasi P2TIM
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan (tengah) berfoto bersama angkatan kelima peserta vokasi Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM-TB)-Petrotekno, di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Senin (24/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 26 Februari 2020 | 09:32 WIB

Papua, Beritasatu.com - Angkatan kelima peserta vokasi Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM-TB) Petrotekno, yang berpusat di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, berhasil menyelesaikan pelatihan dengan menjalani serangkaian acara wisuda yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna, Teluk Bintuni, Senin (24/2/2020).

Bertemu Moeldoko, Bupati Teluk Bintuni Laporkan Komitmen Bangun Kualitas SDM

Sebanyak 99 peserta dengan sertifikasi profesi nasional dan internasional yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Engineering Construction Industry Training Board (ECITB) Inggris, resmi dilepas oleh Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop dan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Mereka diharapkan menjadi tenaga kerja yang ahli serta menjadi role model bagi putera-puteri Papua.

"Seluruh peserta diharapkan menjadi contoh yang baik bagi anak-anak Papua yang lain. Bagaimana bertransformasi menjadi sosok-sosok yang berintegritas melalui sebuah pendidikan atau program pelatihan yang tepat," ujar Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (26/2/2020).

   Angkatan kelima peserta vokasi Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM-TB)–Petrotekno,

Dominggus optimistis, pelatihan-pelatihan vokasi P2TIM yang dioperasikan oleh Petrotekno, mampu menghasilkan tenaga kerja dengan keahlian bersertifikasi, sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di Papua.

Petrotekno Bantu Keahlian Pemuda Bintuni di Industri Migas

"Dalam berbagai kesempatan, saya juga ajak para bupati yang ada di Papua Barat ini. Artinya, bisa juga bekerja sama agar anak-anak kita pencari kerja atau penganggur mereka tidak punya ijazah atau tidak punya skill, sehingga kita harapkan ketika mereka lulus dan punya sertifikat,mereka bisa kerja di mana saja," jelas Dominggus.

Menurut Dominggus, pelatihan seperti vokasi P2TIM dibutuhkan untuk penyerapan tenaga kerja yang tepat sasaran. Oleh karena itu, Papua Barat akan membuka Balai Latihan Kerja (BLK) di Manokwari yang akan dioperasikan oleh Petrotekno untuk mengasah keahlian anak-anak Papua di bidang perikanan, pariwisata dan teknik lain yang dibutuhkan oleh industri.

"Sehingga, jika kita melatih seperti di Teluk Bintuni dengan Petrotekno ini, ya tepat gitu. Kita sudah bangun, tahun ini kita pematangan lahan, baru tahun depan kita bangun. Kita maksimalkan 6 hektare. Di bidang lain seperti pertanian dan perikanan dan kelautan atau pariwisata dan teknik lainnya," pungkas Dominggus.

 



Sumber: BeritaSatu.com