Wishnutama Jelaskan Alasan Sewa Influencer Rp 72 Miliar

Wishnutama Jelaskan Alasan Sewa Influencer Rp 72 Miliar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (ketiga kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (ketiga kiri) menghadiri pawai budaya Bogor Street Festival Cap Go Meh 2020 di jalan Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2020). ( Foto: Antara Foto / Arif Firmansyah )
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 26 Februari 2020 | 18:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, menerangkan anggaran Rp 72 miliar untuk menyewa influencer lebih mengarah pada promosi wisata Indonesia ke pasar internasional. Anggaran tersebut, tidak hanya untuk sewa influencer saja, melainkan juga dialokasikan untuk banyak komponen promosi wisata.

Baca Juga: Wishnutama Sebut Fasilitas Soetta Setara Bandara di AS

"Ini lebih ke international market. Ini yang Rp 72 miliar itu bukan hanya untuk influencer saja, ada banyak komponen promosi. Jadi yang Rp 72 milliar itu untuk promosi, familiarization trip, untuk pengenalan destinasi wisata. Salah satunya influencer. Termasuk kerja sama dengan travel agent, joint promotion, travel operator juga masuk disitu,” kata Wishnutama seusai ratas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Wishnutama menjelaskan, belum dapat memberikan alokasi anggaran yang pasti untuk sewa influencer. Karena rencananya, influencer yang akan dipakai untuk membantu promosi wisata Indonesia ke internasional adalah yang berasal dari luar negeri. Seperti Amerika, Eropa, Australia, Timur Tengah, hingga India.

"Saya belum hitung (alokasi anggarannya). Karena kita mesti tanya influencer-nya kan, misal kita pilih dari Amerika, kita cari influencer Amerika dong. Masa kita mau pengaruhi market Amerika, tapi pakai influencer dari Indonesia. Kan tidak pengaruh,” terang Wishnutama.

Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Rp 72 Miliar untuk Influencer

Pemilihan influencer dari luar negeri ini masih dipelajari. Begitu juga jumlah influencer yang akan dilibatkan dalam mempromosikan Indonesia ke dunia internasional. Tetapi yang pasti, influencer ini harus memiliki media sosial dengan jumlah pengikut yang banyak.

"Nanti kita pelajari. Kan ini baru disetujui. Jadi kita cari. Kita mesti hitung-hitungan dulu cost-nya. Misalnya si A, engagement-nya berapa, viewers-nya berapa di YouTube atau Instagram. Nah dari gitu-gitu lah yang akan kita lihat. Yang paling bagus, akan kita approach," tegas Wishnutama.



Sumber: BeritaSatu.com