Soft Groundbreaking Ibu Kota Baru Dilakukan Tahun Ini

Soft Groundbreaking Ibu Kota Baru Dilakukan Tahun Ini
Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun)
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 26 Februari 2020 | 21:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa, mengatakan pemerintah akan melaksanakan soft groundbreaking Ibu Kota Baru di Penajam Passer Utara, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur akan dilakukan pada tahun ini.

Baca Juga: RUU Ibu Kota Akan Diserahkan Usai Reses DPR

Suharso mengungkapkan, dalam rapat terbatas (ratas) tentang lanjutan pembahasan Ibu Kota Negara bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), dibahas tiga hal. Pertama, perkembangan pekerjaan pra masterplan dan kesiapan masterplan.

Kedua, mengenai alternatif pembiayaan dan ketiga, terkait dengan peraturan perundang-undangan yang akan menyertainya, dalam hal ini Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara.

"Mengenai pra-masterplan atau master plan, kita harapkan akan selesai pada pertengahan tahun ini untuk memastikan titik nol Ibu Kota Negara. Dan mudah-mudahan soft groundbreaking bisa dilakukan pada tahun ini,” kata Suharso Monoarfa di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Soft groundbreaking ini dilakukan untuk menandakan dimulainya pembangunan infrastruktur dasar seperti akses jalan. Namun belum menentukan titik nol. Kalau sudah menentukan titik nol, maka sudah masuk dalam tahap groundbreaking.

Baca Juga: Badan Otorita Ibu Kota Baru Dipimpin Menteri

"Mungkin infrastruktur dasar. Kan untuk memulai pembangunan itu diperlukan akses jalan dan sebagainya. Tetapi belum ke titik nol. Kalau sudah di titik nol, namanya groundbreaking," jelasnya.

Sementara, untuk groundbreaking pembangunan Ibu Kota Negara, kata Suharso, akan dilakukan antara akhir 2020 atau awal 2021. Ditargetkan pembangunan ibu kota baru tersebut dapat selesai pada 2024.

"Kita harapkan kalau semua berjalan dengan baik, semester pertama tahun 2024, ibu kota baru sudah dapat menjalankan fungsinya sebagai ibu kota negara,” ujar Suharso Monoarfa.

Suharso Monoarfa mengungkapkan, Presiden Jokowi meminta pihaknya untuk lebih merincikan masterplan ibu kota baru. Dalam masterplan ini sudah ada pembagian zonasi dan apa yang bisa ditawarkan kepada investor.

"Nanti kalau masterplan-nya sudah selesai, kita bicara detailed plan. Waktu masterplan sudah ada zonasi, sudah ada apa yang bisa ditawarkan ke investor. Jadi sudah tahu oh ini gedung, ini rumah dan lain-lain. Pertengahan semester ini rampung lah,” tukas Suharso Monoarfa.

 



Sumber: BeritaSatu.com