Masyarakat Belum Nyaman dengan Layanan Berbasis Aplikasi

Masyarakat Belum Nyaman dengan Layanan Berbasis Aplikasi
Adrianus Meliala (kanan). (Foto: Antara)
Fana Suparman / FER Rabu, 26 Februari 2020 | 21:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat sebagai pengguna layanan ternyata lebih nyaman mengurus sendiri dibandingkan dengan menggunakan aplikasi atau melalui sistem daring. Hal ini diketahui dari hasil survei Ombudsman tentang Indeks Persepsi Maladministrasi (Inperma) Tahun 2019.

Baca Juga: Ombudsman Dukung MA Larang Rekam Persidangan

Sebanyak 63,57 persen hingga 87,28 persen dari 2.842 responden yang tersebar di 20 kota/kabupaten mengaku lebih nyaman mengurus layanan sendiri langsung di ruang pelayanan ketimbang menggunakan aplikasi.

Komisioner Ombudsman, Adrianus Meliala menjelaskan, sebagian besar responden menganggap dapat memperoleh suatu pengetahuan dan pengalaman tentang prosedur, waktu dan biaya dengan mengurus pelayanan publik secara langsung.

Tingkat kenyamanan dirasakan berkurang oleh responden jika mengurus layanan secara online dengan persentase paling tinggi hanya sebesar 27,50 persen.

"Terlebih bila berinteraksi mengurus layanan dengan menggunakan jasa perantara atau calo, maka presentasi kenyamanan hanya 5,50 persen," kata Adrianus.

Adrianus mengatakan, hasil survei mengenai kenyamanan ini tidak jauh berbeda dengan hasil survei serupa yang dilakukan Ombudsman dua tahun terakhir.

Baca Juga: Ombudsman Masih Kaji Laporan Terhadap Moeldoko

Menurutnya, hasil survei ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para penyelenggara pelayanan publik yang saat ini sedang berlomba membuat aplikasi pelayanan untuk memudahkan masyarakat dan menutup celah terjadinya praktik korupsi.

"Masyarakat ternyata tidak suka dengan pelayanan yang berbasis aplikasi. Padahal, semua penyelenggara pelayanan itu sekarang berlomba-lomba membuat aplikasi. Masyarakat itu inginnya agar dilayani secara langsung. Bertemu langsung, curhat langsung dan dapat respon langsung," kata Adrianus.



Sumber: BeritaSatu.com