DMI Mulai Pembangunan Museum Sejarah Islam di Ancol

DMI Mulai Pembangunan Museum Sejarah Islam di Ancol
Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta perwakilan Liga Muslim Dunia, Kementerian Agama, Ormas Islam meninjau lokasi ground breaking Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam, di Pantai Timur Ancol Taman Impian, Rabu (26/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / FER Rabu, 26 Februari 2020 | 21:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama Liga Muslim Dunia, Kementerian Agama, Ormas Islam, dan Pemprov DKI Jakarta melaksanakan peletakkan batu pertama (groundbreaking) Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam, di Pantai Timur Ancol Taman Impian, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Baca Juga: DMI Imbau Pengurus Masjid Bantu Korban Banjir

"Terima kasih atas segala upaya semua pihak mewujudkan museum ini. Meski hanya 5 bulan proses, mulai perundingan di Jakarta dan Mekkah," ujar Ketua DMI, Jusuf Kalla (JK).

Perencanaan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam sudah ditandatangani kesepakatan bersama dengan Liga Muslim Dunia sejak 30 September 2019. Kemudian kesepakatan lokasi lahan di Ancol dengan Pemprov DKI Jakarta pada 31 Januari 2020.

Indonesia dipilih menjadi salah satu negara dari 25 negara yang akan direncanakan di bangun museum internasional sejarah dan peradaban Islam di seluruh dunia.

"Kita sebelumnya sudah mencari lahan di 5 tempat, karena minimum luas lahan 6 hektare. Bangunan museum ini nantinya memiliki luas 1,5 hektare atau 15.000 meter persegi," jelas JK.

Baca Juga: JK Tegaskan 99,9% Masjid dan Musala Bebas Radikalisme

Beberapa fasilitas yang akan ada di museum tersebut diantaranya yakni convention hall, area pameran, restoran dengan menu kuliner khas Rasulullah. Di museum ini juga menjadi pusat penelitian hadis, bagi para santri dan akademisi.

"Museum ini sifatnya dinamis lebih mengutamakan visual berbasis riset dan penelitian sejarah masuknya Islam di Indonesia dan peradaban Islam dunia sehingga pengunjung nya lebih paham tiga kali lipat dibandingkan ceramah," ungkap JK.

Dengan berbagai kegiatan konferensi, diskusi serta lokasinya yang strategis di pusat rekreasi dan akses mudah dari Bandara Soekarno Hatta, museum ini diharapkan dapat dikunjungi 5 juta orang setiap tahunnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan Ancol kini memiliki dua obyek religius yakni Masjid Apung di sisi Barat (tengah) dan Museum Internasional Sejarah Nabi di sisi Timur.

"Jakarta dipilih menjadi salah satu Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam terbesar di seluruh dunia di luar Arab Saudi. Ini sebuah keberkahan. Apalagi di Jakarta Utara ini banyak masjid usianya ratusan tahun dan menjadi awal perkembangan Islam," kata Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com