Pemerintah Indonesia Minta Jemaah Umrah Tetap Diizinkan Ibadah

Pemerintah Indonesia Minta Jemaah Umrah Tetap Diizinkan Ibadah
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ( Foto: Beritasatu TV )
Dina Manafe / RSAT Kamis, 27 Februari 2020 | 18:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wabah virus korona yang menyebabkan Covid 19 kini jadi ancaman di berbagai negara termasuk negara Timur Tengah. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bahkan melakukan tindakan pencegahan dengan melarang umrah untuk beberapa negara, termasuk Indonesia.

Menanggapi ini, Pemerintah Indonesia melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk meminta dua hal. Pertama, agar jemaah umrah yang sudah terlanjur menjalankan ibadah tetap dapat melanjutkan ibadah dan ziarah. Kedua, agar jemaah yang sudah telanjur dalam penerbangan menuju ke Arab Saudi, tetapi belum sempat mendarat ataupun yang sudah akan mendarat juga tetap diizinkan menjalankan ibadah maupun ziarah.

“Jadi semua itu masih dalam tahap komunikasi. Kita harapkan larangan ini tidak sampai (masa haji). Semakin cepat diizinkan semakin baik,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy seusai memimpin rapat koordinasi tingkat menteri merespon pelarangan umrah oleh Arab Saudi di Kantor Kemko PMK, Kamis (27/2/2020). Rakor dihadiri Menteri Luar Negeri, Menteri Perhubungan, Menteri Agama, dan Direktur Angkasa Pura 1.

Menurut Muhadjir, Indonesia memahami keputusan pemerintah Arab Saudi terkait penghentian sementara izin masuk untuk pelaksanaan umrah dan atau ziarah khususnya ke Masjid Nabawi. Pemerintah Indonesia memahami keputusan itu diambil dengan pertimbangan kepentingan kesehatan umat yang lebih besar terutama jemaah umrah dan ziarah.

Setelah rakor ini akan dilakukan rapat lanjutan untuk membahas perlindungan semaksimal mungkin terhadap calon jemaah terutama yang berkaitan dengan biro perjalanan, maskapai penerbangan, akomodasi, hotel, maupun visa.



Sumber: BeritaSatu.com