Pemerintah Siapkan Antisipasi Dampak Penghentian Umrah

Pemerintah Siapkan Antisipasi Dampak Penghentian Umrah
Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah), menyapa peserta Rakor tingkat kementrian di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Dina Manafe / FER Kamis, 27 Februari 2020 | 20:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Arab Saudi secara mengejutkan menerbitkan penghentian sementara kunjungan jemaah umrah dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, per hari ini, Kamis (27/2/2020). Keputusan tersebut diklaim untuk mencegah penyebaran novel corona virus atau Covid-19.

Baca: DPR dan Pemerintah Jajaki Solusi Larangan Umrah

Menyikapi hal itu, pemerintah Indonesia telah menyiapkan beberapa langkah guna mengantisipasi dampak penghentian sementara umrah oleh pemerintah Arab Saudi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyebutkan, pemerintah Indonesia memahami keputusan pemerintah Arab Saudi berkaitan dengan penghentian sementara izin masuk untuk pelaksanaan umrah atau ziarah. Pemerintah Indonesia juga memahami keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan kepentingan kesehatan umat yang lebih besar, terutama para jemaah umrah dan ziarah.

"Pemerintah Indonesia telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi, antara lain agar jemaah yang sedang melakukan ibadah dapat melanjutkan ibadahnya. Bagi mereka yang sudah terlanjur atau akan mendarat juga agar diizinkan untuk melanjutkan ibadah atau ziarah,” kata Muhadjir usai memimpin rapat koordinasi tingkat menteri membahas dampak pelarangan ibadah umrah akibat Covid-19 di Kantor Kemko PMK, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Baca: Jokowi Hargai Keputusan Penangguhan Umrah

Muhadjir mengatakan, pemerintah masih akan melakukan rapat koordinasi lanjutan dengan tujuan semaksimal mungkin melindungi kepentingan calon jemaah. Utamanya yang berkaitan dengan biro perjalanan, maskapai penerbangan, akomodasi seperti hotel, dan visa.

Untuk diketahui, jumlah jemaah umrah Indonesia dalam lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemag), jumlah jemaah umrah Indonesia dalam kurun 2014-20125 berjumlah 649.000, meningkat di tahun 2015-2016 sebanyak 677.509, naik lagi di 2016-2017 yaitu 876.246, kemudian melonjak signifikan di tahun 2017-2018 mencapai 1.005.336, dan menurun sedikit di tahun 2018-2019 menjadi 974.650 jamaah.

Seluruh peserta rapat, diantaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Angkasa Pura 1 dan Angkasa Pura 2 turut menyepakati keputusan dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah.



Sumber: BeritaSatu.com