Usung Sport Tourism, Indonesia Marathon Resmi Diluncurkan

Usung Sport Tourism, Indonesia Marathon Resmi Diluncurkan
Menpora Zainudin Amali bersama Ketum KONI Marciano Norman pada peluncuran Indonesia Marathon di Gedung Menpora, Jakarta, Kamis (27/2/2020). (Foto: kemenpora.go.id)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 27 Februari 2020 | 20:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali didampingi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman meluncurkan Indonesia Marathon 2020 di Media Center Gedung Menpora, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Kegiatan yang digagas KONI dan PT Tata Media Prima ini akan mengajak 10.000 orang pelari baik dari dalam maupun luar negeri untuk melewati batas maksimal mereka. Tak hanya itu, konsep sport tourism menjadi daya tarik Indonesia Marathon kali ini.

Sebab, peserta akan diajak untuk melalui beberapa objek bersejarah untuk memberikan pengalaman baru yang menyenangkan nan nyaman. 

"Ini suatu inovasi yang luar biasa dari KONI. Jadi, apabila selama ini KONI dikenal hanya mengatur organisasi cabor, tetapi KONI kini melakukan inovasi menarik dengan pelaksanaan Indonesia Marathon. Dengan tema 'Tembus Batas Maksimal', maka harus bisa sama dengan marathon di kota-kota besar dunia lainnya," harap Menpora.

Dengan diselenggarakannya di beberapa kota wisata, Menpora mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia Marathon turut menyorot segi budaya dari kota tersebut.

"Pemerintah apresiasi karena ini bukan hanya dari segi prestasi, tetapi juga dari permasalahan kebudayaan, serta pemasyarakatan olahraga," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Marciano Norman kemudian berterima kasih atas dukungan Menpora dan asistensi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI).

"Dengan event ini, kita ingin membuat Indonesia ini lebih dikenal oleh masyarakat banyak terutama pencinta marathon dunia. Digelar di lima kota besar dalam kurun waktu lima tahun, Indonesia Marathon menjadi titik awal menuju marathon besar dunia seperti Chicago Marathon atau Tokyo Marathon," ujarnya.

Adapun Indonesia Marathon akan berawal di Jakarta pada Agustus mendatang. Ke depannya, ajang lari ini akan dilaksanakan di lokasi yang berbeda yakni Mandalika (2021), Belitung (2022), Medan (2023), serta Banyuwangi (2024).

Piala bergilir kemudian akan diberikan kepada pemenang di kategori nasional, internasional, serta kategori lainnya. Piala Ketua Umum KONI juga akan dipersembahkan kepada pemenang kategori Komunitas.

Tak hanya itu, terdapat empat nomor yang dilombakan yakni Marathon, Setengah Marathon, 10K hingga 5K.

Dengan hadiah sebesar miliaran rupiah, ajang ini menjadi lomba marathon dengan hadiah terbesar di Indonesia. Bahkan, Rp 1 milyar akan diberikan bagi peserta nasional yang mampu memecahkan rekor nasional milik pelari legendaris Indonesia Eduardus Nabunome dengan rekor 2 jam, 19 menit, 18 detik. Sebagai informasi, rekor ini belum dapat terusik sejak dicetak di Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 1993 di Jakarta.



Sumber: PR