Penumpang Pesawat Simpan Sabu-sabu dalam Dubur

Penumpang Pesawat Simpan Sabu-sabu dalam Dubur
Ilustrasi narkoba. ( Foto: Antara / Novrian Arbi )
Stefi Thenu / JEM Kamis, 27 Februari 2020 | 21:25 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Seorang penumpang pesawat kedapatan membawa sabu-sabu yang disimpan dalam dubur.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Benny Gunawan mengungkapkan, penumpang bernama Bambang alias Bengbeng (43), warga Kampung Pelita Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Riau diringkus saat turun di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

"Sabu-sabu yang dibawanya seberat 150 gram, disimpan dalam duburnya," ujar Benny, Kamis (27/2/2020).

Operasi penangkapan bekerjavsama dengan tim Bea Cukai Kanwil Jateng dan DIY, Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, tim Bea Cukai Kepuluan Riau, serta petugas otoritas Bandara Internasional Ahmad Yani.

Tersangka ditangkap saat turun dari pesawat pada Minggu (16/2/2020). Saat digeledah, ditemukan barang bukti tiga paket sabu masing-masing seberat 50 gram yang dimasukan ke dalam duburnya.

Tersangka sengaja menyimpan barang haram ke dalam dubur dengan menggunakan plastik khusus, untuk mengelabui petugas.

“Tiga paket sabu dengan total seberat 150 gram akhirnya bisa dikeluarkan dari tubuh tersangka,” ujarnya.

Menurut Benny, barang haram tersebut akan diantarkan kepada Nur Mustika alias Jon (34), warga Troso Kecamatan Pencangaan, Kabupaten Jepara.

Petugas BNNP Jateng kemudian melakukan penangkapan terhadap Jon di Jepara serta menyita barang bukti satu buah handphone dan satu unit sepeda motor Hond Vario.

Kepada petugas, Jon mengaku diperintah narapidana (napi) kasus narkotika Ali Juaedi alias Ali Mambu dan Nurkha alis Enggle. Ali Mambu dan Enggle saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I A Semarang.

Ali Mambu menjalani hukuman 5 tahun 2 bulan penjara, sedangkan Enggle menjalani hukuman 10 tahun penjara.
“Kami menyita dua buah handhone dari tangan Ali dan Enggle yang digunakan untuk berkomunikasi dengan Jon,” kata Benny.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 junco Pasal 132 ayat 1 subsider 112 ayat 2 juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal lima tahun penjara maksimal hukuman mati.

Kepala Kesatuan Pengamanan LP Kelas 1 A Kedungpane Semarang, Suparno, yang hadir menyatakan, sudah berupaya mencegah peredaran narkotika di dalam penjara dengan melakukan razia.  



Sumber: BeritaSatu.com