Gaya Komunikasi Mendikbud Dinilai Kian Efektif

Gaya Komunikasi Mendikbud Dinilai Kian Efektif
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim. ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 27 Februari 2020 | 22:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gaya komunikasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, dinilai semakin efektif dan terus membaik. Anggapan tersebut, tampak menyusul berbagai kebijakan yang diambil Nadiem dalam beberapa waktu terakhir.

Baca: Kemdikbud Siapkan Dana Magang Rp 148 Miliar

Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Hetifah Sjaifudian, mengatakan penilaian bahwa komunikasi Nadiem dengan internal maupun publik saat ini sangat baik.

"Nadiem Makarim adalah sosok yang cepat belajar. Misalnya dulu di DPR pernah juga katanya (komunikasinya) mandeg, tapi di akhir-akhir kan beda, malah cool," seperti dikutip keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Politisi Partai Golkar ini menduga, munculnya tudingan pola komunikasi Nadiem yang tak lancar kemungkinan terjadi akibat efek kejut atas inovasi dan reformasi sistematis yang sedang diciptakan di Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemdikbud).

"Jadi, ada bagusnya juga banyak dibuat pelaksana tugas (Plt) pejabat di Kemdikbud, asal jangan lama-lama. Supaya ketika proses bidding nanti, semua Plt bisa ikut serta. Hasilnya juga berbasis kompetensi," tandas Hetifah.

Baca: Bayar SPP Pakai Gopay Bukan Kebijakan Kemdikbud

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdikbud, Ainun Na'im, melantik 11 pejabat tinggi pratama (eselon II) dan 632 pejabat fungsional di lingkungan Kemdikbud, Rabu (26/2/2020). Pelantikan tersebut merupakan bagian proses restrukturisasi di kementerian.

Dalam sambutannya, Ainun meminta para pejabat yang dilantik dapat segera menyesuaikan diri dengan pekerjaan baru untuk menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien.

"Kepada saudara-saudara yang baru saja dilantik kami mohon dapat melakukan penyesuaian sehingga dapat bekerja dengan lebih efisien dan lebih efektif khususnya berkaitan dengan perubahan jabatan struktural eselon tiga dan eselon empat menjadi jabatan fungsional,” tegas Ainun.

Ainun menambahkan, khusus para pejabat fungsional juga diharapkan dapat bekerja dengan cara-cara baru yang lebih efektif dan efisien. Perubahan ini, kata Ainun, merujuk pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 45 tahun 2019 Jo Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 9 tahun 2020.



Sumber: BeritaSatu.com