Pengusaha Diminta Bantu Beri Solusi Pembatasan Operasi Katarak oleh BPJS

Pengusaha Diminta Bantu Beri Solusi Pembatasan Operasi Katarak oleh BPJS
Penandatanganan kesepakatan program operasi gratis penderita katarak oleh PT Sido Muncul Tbk dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia yang dilakukan langsung oleh Dirut PT Sido Muncul Irwan Hidayat dan Ketua Umum Perdami Dr M Sidik, disaksikan Penasehat Perdami Nila F Moeloek dan Bupati Kulonprogo Sutejo serta Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof dr Ova, Kamis, 27 Februari 2020, di RSUD Nyi Ageng Serang Kulonprogo, DIY. ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani )
Fuska Sani Evani / JEM Kamis, 27 Februari 2020 | 22:12 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Penderita katarak tiap tahunnya meningkat, dan rata-rata tidak mampu mengakses layanan kesehatan secara mandiri, karena itulah dibutuhkan pihak swasta untuk menutup kekuarangan tersebut.

Dewan penasehat seksi penanggulangan buta katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Prof Nila F Moeloek mengatakan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memang masih menanggung operasi katarak, namun dengan kriteria atau penglihatan yang hanya mampu melihat dalam jarak 6 meter atau kurang (visus kurang dari dan atau sama dengan 6/18), atau mata yang sudah betul-betul harus dioperasi karena pengerasan lensa mata.

Namun dalam kondisi itu, ujar Nila F Moeloek, penderita akan sangat kesulitan melakukan aktivitas, terlebih bagi mereka yang bekerja. Dikatakan, penderita katarak tiap tahunnya meningkat 1 persen.

“Jika penduduk Indonesia total 263 juta lebih, maka sekitar 250 ribu jiwa menderita katarak. Memang harus kita pecahkan bersama bagaimana caranya agar penderita yang umumnya lansia ini, tetap bisa menjalankan hidupnya dengan normal,” kata mantan menteri kesehatan itu dalam operasi katarak gratis yang gelar PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bersama dengan Fakultas Kedokteran UGM dan Perdami, di RSUD Nyi Ageng Serang Kulonprogo, DIY, Kamis (27/02/2020).

Nila menambahkan, Perdami sudah menerapkan bantuan operasi katarak gratis ini sejak pemerintahan Soeharto, kala itu, ujarnya, Presiden Soeharto melihat seseorang dengan katarak, dan Perdami dipanggil untuk bersama-sama dengan Yayasan Darmais menyelenggarakan bakti sosial.

“Dan itu berlanjut hingga saat ini, pasca reformasi, dengan BPJS, pemerintah juga membantu para penderita katarak, tetapi karena keterbatasan dana dan tingginya biaya operasi, maka ada pembatasan,” ujarnya.

Dengan demikian, tawaran dari PT Sido Muncul bahwa akan membantu setidaknya 12 ribu pasien dalam setahun, diterima dengan terbuka, disamping juga terus menjangkau perusahaan lain untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini.

“Dokter-dokter Perdamani tidak dibayar, tetapi untuk kebutuhan lainnya masih dibutuhkan perhatian dari pihak lain,” ujar Nila F Moeloek.

Sementara itu, diketahui dalam operasi katarak pertama di tahun 2020 ini, PT Sido Muncul memberikan bantuan kepada 75 pasien warga Kulonprogo dan lima penderita bibir sumbing.

Dirut PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat yang langsung menghadiri dan menandatangani kesepakatan tersebut mengatakan, sejak diluncurkannya program tersebut pada tahun 2011 hingga saat ini, Sido Muncul sudah membatu operasi katarak kepada 54 ribu penderita.

“Tahun lalu, memang targernya 12 ribu, tetapi hanya bisa tercapai 4.000, penderita yang datang ke kami memang menurun, tetapi tahun ini semoga bisa bertambah, mengingat batasan yang diterapkan BPJS Kesehatan kepada penderita katarak,” ujarnya.

Menurut Irwan, pada tahun pertama program operasi gratis dilangsungkan, belum banyak yang berani datang dan bersedia dioperasi.

“Banyak yang masih takut, bahkan datang hanya mengantarkan, meski dirinya menderita katarak. Lambat laun, dengan bukti bahwa pasca dioperasi gratis, mereka bisa melihat lagi dengan lebih baik, mana muncul kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Irwan juga berharap, perusahaannya bisa membantu masyarakat lebih banyak lagi, bukan saja penderita katarak, tetapi juga mereka yang lahir dalam kondisi sumbing, juga pendirian rumah singgah untuk pasien kanker.



Sumber: BeritaSatu.com