Briket Jateng Diminati Pasar Dunia

Briket Jateng Diminati Pasar Dunia
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdiskusi dengan Istikanah, pengusaha briket asal Weleri, Kendal, di Semarang, Kamis, 27 Februari 2020. (Foto: Istimewa)
Stefi Thenu / JEM Jumat, 28 Februari 2020 | 09:47 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Potensi ekspor Jawa Tengah (Jateng) kian diminati pasar internasional. Setelah porang, produk pertanian hingga bus, kini giliran briket arang asal Jateng yang menguasai pasar asing.

"Briket Jateng itu memiliki pangsa pasar sangat bagus di dunia. Hal ini karena briket Jateng berbeda dengan negara lain, mereka menganggap briket Jateng kualitasnya di atas negara lain," kata Istikanah, pengusaha briket asal Weleri Kendal saat bertemu gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Semarang, Kamis (27/2/2020).

Menurut pengusaha yang telah menekuni bisnis ekspor briket sejak 2006 lalu itu, ekspor briket Jateng telah menguasai seluruh pasar Timur Tengah. Selain itu, negara-negara di Eropa, Amerika bahkan Afrika seperti Nigeria dan Brazil sudah langganan impor briket dari Jateng.

"Dalam sebulan, tidak kurang dari 300 kontainer briket asal Jateng yang diekspor. Dimana perkontainer bisa mencapai 20-26 ton," jelasnya.

Dia bisa melakukan ekspor 6-8 kontainer briket ke berbagai dunia itu. Omsetnya cukup besar, mencapai Rp2,5 hingga Rp3 miliar.

"Untuk itu kami berharap pemerintah mulai melirik komoditas ini sebagai komoditas unggulan ekspor di Jateng," tegasnnya.

Kabar tersebut disambut gembira Ganjar. Menurutnya, berita itu semakin meyakinkannya bahwa Jateng mampu menjadi eksportir tangguh di berbagai komoditi.

"Soal ekspor ini memang selalu saya dorong. Saya mau bantu habis-habisan soal ekspor ini. Bahkan, saya siap menjadi marketing dalam memasarkan sejumlah potensi ekspor Jateng ke dunia," kata Ganjar.

Berbagai fasilitas, kemudahan dan insentif telah diberikan negara untuk meningkatkan ekspor. Ganjar memastikan bahwa kemudahan-kemudahan yang diberikan itu dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor Jateng.

"Kita harus memperkuat ekspor untuk menambah devisa. Selain kemudahan dan insentif yang sudah diberikan, kami siap membantu memasarkan hingga memberikan pendampingan. Kami minta pengusaha yang sukses seperti bu Istikanah ini mau menularkan semangat kepada yang lain dan menjadi banchmark agar ekspor Jateng semakin meningkat," tuturnya.

Selain Istikanah, dalam kesempatan itu juga hadir mantan Duta Besar Libya, Raudin Anwar. Kepada Ganjar, Raudin yang kini bekerja di Kemenlu mengatakan bahwa banyak negara di dunia memang menyukai sejumlah produk asal Jawa Tengah.

"Bahkan di Bangladesh, selain sudah impor bus, mereka juga tertarik batik. Batik tulis asal Jateng begitu digemari masyarakat Bangladesh. Ini bisa ditindaklanjuti dan membuka peluang ekspor baru," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com