Wapres Hormati Keputusan Arab Saudi Soal Umrah

Wapres Hormati Keputusan Arab Saudi Soal Umrah
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin saat meresmikan Bank Wakaf Mikro(BWM) Ahmad Taqiuddin Mansur(ATQIA) di Pondok Pesantren Al Mansyurriyah Ta'limusshibiyan Di Lombok Tengah, Kamis (20/2/2020). Asuransi Astra yang merupakan satu dari 11 lembaga jasa keuangan yang tergabung dalam Astra Financial meresmikan BWM kedelapan Astra Group. ( Foto: beritasatu photo / asuransi astra )
Markus Junianto Sihaloho / FER Jumat, 28 Februari 2020 | 15:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, menyatakan hal senada dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyangkut menghormati kedaulatan Arab Saudi melarang jemaah umrah (termasuk dari Indonesia), untuk menghindari Covid-19 (Virus Corona).

Menurut Wapres, Indonesia harus menghormati kedaulatan Arab Saudi yang ingin menangkal penyebaran wabah virus korona.

"Dan juga mereka tentu ingin menjaga negaranya agar tak terpapar. Salah satunya dengan cara menutup akses dari luar. Termasuk umroh. Dan kita hormati keputusan itu," kata Ma'ruf di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Dengan kebijakan itu, warga Indonesia yang belum berangkat namun kadung memesan keberangkatan, terpaksa tak bisa berangkat. Sementara yang sudah berada di Arab Saudi, bisa melanjutkan ibadahnya.

Wapres mengakui, kebijakan Arab Saudi itu memang menyebabkan kerugian terhadap agen perjalanan umrah. Namun apapun itu, kebijakan Arab Saudi harus dihormati.

"Lagipula, banyak negara yang ekonominya terganggu akibat penyebaran covid-19, bukan hanya yang terkait ibadah umrah," kata Ma'ruf Amin.

Lebih lanjut, Wapres mengatakan, negosiasi pasti dilakukan oleh pemerintah Indonesia ke Arab Saudi. Namun kewenangan akhir tetap di negara itu, dalam konteks kedaulatan mereka.

"Tentu mereka (KBRI di Arab Saudi, red) mengusahakan. Tapi seluruhnya itu pada kedaualatan Saudi dan kita tak akan memgintervensi," tandas Wapres.



Sumber: BeritaSatu.com