Misbakhun Ingatkan BI dan OJK Antisipasi Dampak Virus Korona sesuai Karakter Wilayah

Misbakhun Ingatkan BI dan OJK Antisipasi Dampak Virus Korona sesuai Karakter Wilayah
Mukhamad Misbakhun. ( Foto: Antara )
Markus Junianto Sihaloho / RSAT Jumat, 28 Februari 2020 | 19:33 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengingatkan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pelaku sektor industri finansial mencermati dampak penyebaran virus korona yang mengglobal. Menurutnya, penyebaran virus asal Tiongkok itu telah berimbas pada perekonomian nasional yang efek turunannya di setiap daerah bisa berbeda-beda.

“Ini adalah wake up call bagi kita semua, alarm awal bagi kita. Kalau kita bisa tangani dan antisipasi, diperbaiki dengan baik. Tetapi misalnya ini jadi masalah berlanjut, harus disiapkan contingency plan,” ujar Misbakhun dalam audiensi dengan jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta  dalam rangka kunjungan kerja (kunker) Komisi XI DPR di Yogyakarta, Jumat (28/2/2020).

Legislator Partai Golkar itu menjelaskan, efek penyebaran virus korona membuat rupiah terdepresiasi sehingga nilai tukar dolar AS (USD) sudah di kisaran Rp 14.200. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada akhir 2019 masih di atas level 6.000, belakangan sempat merosot ke kisaran 5.200.

Misbakhun menegaskan, IHSG dan kurs rupiah merupakan dua indikator utama perekonomian. “Kalau yang terserang dua unsur indikator perekonomian Indonesia yaitu nilai tukar dan IHSG, saya yakin akan berpengaruh secara psikologis ke perekonomian kita secara umum lalu berlanjut ke sektor-sektor fundamental lainnya,” ulasnya.

Oleh karena itu, mantan pegawai Kementerian Keuangan tersebut menegaskan, harus ada kebijakan tepat untuk mengantisipasi efek penyebaran virus korona. “Kalau itu salah penanganan, ini bisa membuat situasi makin buruk,” katanya.

Misbakhun juga mengatakan, Indonesia memiliki banyak daerah dengan karakteristik masing-masing. Menurutnya, antisipasi atas efek penyebaran virus korona juga harus memperhatikan karakter wilayah.

Politikus asal Pasuruan, Jawa Timur itu lantas mencontohkan Yogyakarta. Mengutip data BI, Misbakhun mengatakan bahwa 55%n perekonomian Yogyakarta ditopang oleh pariwisata.

Namun, Misbakhun memperkirakan penyebaran virus korona juga akan berimbas terhadap pariwisata Yogyakarta. Oleh karena itu, katanya, hal-hal yang berpotensi mengganggu penopang perekonomian Yogyakarta harus diantisipasi.

“Tantangannya ke depan, virus korona pastinya akan memberikan dampak. Jadi menguatkan Yogyakarta  harus terus menarik wisata domestik, lokal Nusantara,” ujarnya.

Misbakhun juga menyoroti komentar-komentar di media terutama dari kalangan birokrat yang berpotensi membuat kondisi perekonomian bertambah buruk.

Menurutnya, pasar yang sedang panik dan menghadapi tekanan tidak semestinya ditimpali komentar-komentar yang membuat situasi bertambah buruk.

“Para birokratnya, komentarnya atau statement di publik tidak memberikan suasana dan situasi tenang malah bikin situasi semakin memburuk. Seharusnya memberikan sinyal-sinyal positif,” tegas Misbakhun.



Sumber: BeritaSatu.com