Merasa Bersalah, Tersangka Siswa Hanyut Susur Sungai Pilih Ditahan

Merasa Bersalah, Tersangka Siswa Hanyut Susur Sungai Pilih Ditahan
Petugas melakukan pencarian siswa SMPN 1 Turi, Sleman yang hanyut di Sungai Sempor, Sleman, DI Yogyakarta. ( Foto: ANTARA )
Fuska Sani Evani / FMB Jumat, 28 Februari 2020 | 20:26 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Ketiga tersangka tragedi siswa hanyut saat susur sungai Sempor, Isvan Yoppy Andrian (37), Riyanto (58), dan Danang Dewo Subroto (58) menolak upaya penangguhan penahanan yang dilakukan oleh tim PB PGRI.

Ketiganya memilih tetap bertahan dalam tahanan Mapolres Sleman, dan tetap akan menjalankan seluruh proses hukum.

Pernyataan ini dibenarkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Pusat, Unifah Rosyidi, usai mengunjungi ketiganya pada Kamis (27/02/2020) malam di Mapolres Sleman.

Diakui Unifah Rosyidi, pihaknya sudah menawarkan penangguhan penahanan, atau agar ketiganya tidak ditahan. Ternyata menurut Unifah, ketiganya menolak dengan alasan sebagai bentuk penebusan kesalahannya dan tanggung jawab.

Tim PGRI menghargai keputusan ketiganya dan tetap akan melakukan upaya pendampingan hukum. “Penolakan penangguhan penahanan bukan berarti pendampingan hukum surut. Ini sebagai wujud komitmen PGRI kepada tenaga pengajar yang tersangkut masalah,” katanya.

Status para tersangka yang tercatat sebagai guru PNS, juga dasar kegiatan kepramukaan yang tertuang dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS), merupakan bagian dari advokasi.

Unifah mengatakan bahwa pihaknya akan memperjuangkan karir tersangka setelah kasus ini selesai.

"Karir mereka kita perjuangkan, karena itu bukan kejahatan murni mau berbuat jahat. Mereka berharap bisa diterima kembali di masyarakat dan karir mereka," ungkapnya.

“Kondisi psikis tersangka cukup stabil walau tetap menyimpan perasaan bersalah,” ujar Unifa.

Ditambahkan Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PB PGRI Pusat Ahmad Wahyudi, pihaknya menjamin pendampingan hukum tidak surut, juga mendorong penyidikan secara kompleks untuk melacak alur kejadian dan penanggung-jawab kegiatan. 



Sumber: BeritaSatu.com