Jelang Liga 1, Menpora: Jangan Sampai Ada Pengaturan Skor

Jelang Liga 1, Menpora: Jangan Sampai Ada Pengaturan Skor
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali ketika menghadiri kick off Liga 1 2020 Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). (Foto: kemenpora.go.id)
Jayanty Nada Shofa / JNS Minggu, 1 Maret 2020 | 09:12 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Sebagai salah satu perhelatan sepak bola di Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga berharap Liga 1 2020 berlangsung dengan sportif.

Hal ini diungkapkan ketika ia secara resmi membuka Liga 1 2020 yang ditandai dengan kick-off di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (29/2/2020). Laga pembuka ini mempertemukan kesebelasan tuan rumah Persebaya Surabaya vs Persik Kediri. Untuk memastikan sportifitasnya dapat terjaga, ia berharap agar Satgas Anti Mafia Bola dapat diteruskan.

"Kepada peserta, mohon ikuti kompetisi dengan sportif. Pemerintah mendukung tidak ada lagi pengaturan skor pertandingan. Saya sudah meminta Kapolri agar Satgas Anti Mafia Sepakbola tetap diteruskan untuk menjaga kompetisi dan pertandingan-pertandingan di Liga 1, Liga 2 dan Liga 3," ujarnya.

Dengan dukungan dari para suporter yang tinggi, Menpora berharap Stadion Gelora Bung Tomo dapat menjadi salah satu tempat pertandingan Piala Dunia U-20 2021.

Di saat yang sama, Menpora Zainudin pun mengapresiasi PSSI dan PT. LIB karena mampu menyelenggarakan Liga 1 2020 dengan tepat waktu.

"Awal yang baik buat kita memulai di awal tahun dan tepat waktu sebagaimana yang diumumkan oleh PT. LIB. Pemerintah sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PSSI dan PT LIB yang bekerja keras sehingga liga dimulai tepat waktu," imbuhnya.

Adapun Ketua PSSI M. Irawan mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap sepak bola. Sebab, cabor ini adalah satu-satunya yang memiliki Instruksi Presiden No.3/2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola.

"Wapres juga berpesan beliau sampaikan selamat atas terselenggaranya kompetisi musim ini, semoga berjalan lancar, kompetitif, fairplay dan tidak ada pengaturan skor yg merusak moral sepakbola,"  ujar Iwan Bule, sapaan akrab Ketum PSSI ini dalam laporannya.

Ia pun menambahkan, dengan digelarnya kompetisi ini, Indonesia dapat mencetak tim nasional berdaya saing tinggi. Namun, hal ini tentu harus disertai dengan dukungan dari suporter yang tidak anarkis.

"Kepada para suporter, agar kita ciptakan sepakbola yang berakhlakul karimah, mari dukung tim Anda dengan sportif dan tidak anarkis karena Liga 1 musim ini mengambil tema 'Kita Bersaudara'," tegasnya.

Sebagai informasi, kedua tim yang bertanding di laga pembuka Liga 1 2020 ditentukan melalui prestasi masing-masing. Persebaya pada musim lalu menjadi runner-up pada Liga 1 2019, sementara Persik Kediri adalah juara Liga 2 2019. Adapun perhelatan sepak bola ini akan berlangsung hingga 31 Oktober mendatang.



Sumber: PR