Korban Ribuan Orang, Polda Jambi Bongkar Investasi Bodong

Korban Ribuan Orang, Polda Jambi Bongkar Investasi Bodong
Ilustrasi Investasi Bodong ( Foto: Istimewa )
Radesman Saragih / JAS Senin, 2 Maret 2020 | 11:46 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi hingga Senin (2/3/2020) masih menahan dan memeriksa intensif AH (37) dan AS (25), dua orang tersangka kasus investasi bodong di Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Tersangka AH, warga Desa Talang Datar, RT 08, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi selaku Direktur CV NA Sejahtera.

Sedangkan tersangka AS, warga Desa Bahar Mulya, RT 06, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi selaku Wakil Direktur PT NA Sejahtera. Kedua tersangka melakukan investasi fiktif atau bodong dengan modus pembelian paket susu sapi perah dari Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.

Kapolres Muarojambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ardiyanto kepada wartawan di Sengeti, Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin (2/3/2020) menjelaskan, tersangka AH dan AS sempat kabur ketika disergap Satuan Reskrim Polres Batanghari di rumahnya di Sungaibahar, Muarojambi awal pekan lalu.

“Namun setelah Satuan Gabungan Polres Batanghari dan Polda Jambi melakukan pengejaran, kedua tersangka berhasil diamankan di Sungaibahar, Muarojambi, Sabtu (29/2/2020). Ketika ditangkap, kedua tersangka tidak bisa mengelak. Kedua tersangka pun langsung digelandang ke Polda Jambi,”katanya.

Dijelaskan, kasus investasi bodong yang dilakukan kedua tersangka terungkap ketika seorang korban atau nasabah investasi bodong tersebut melaporkan kedua tersangka ke Polda Jambi, 20 Februari 2020. Berdasarkan laporan tersebut, Ditreskrimum Polda Jambi dan Polres Batanghari melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kedua tersangka. Kedua tersangka yangs empat menghilang pun akhirnya berhasil diamankan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban investasi bodong tersebut mencapai 3.700 orang dengan kerugian sekitar Rp 116 miliar. Sebagian besar korban warga Sungaibahar, Muarojambi,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Reskrimum Polda Jambi Komisaris Besar (Kombespol) M Yudha Setyabudi mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan laporan rinci mengenai kasus investasi bodong tersebut.

“Kasus ini masih kami kembangkan. Pemeriksaan terhadap dua tersangka masih dilakukan. Kami juga masih menyelidiki para korban investasi bodong ini,” katanya. 



Sumber: BeritaSatu.com