Perburuan Harun Masiku Jadi PR Pimpinan KPK

Perburuan Harun Masiku Jadi PR Pimpinan KPK
Lili Pintauli Siregar. (Foto: Antara)
Fana Suparman / MPA Selasa, 3 Maret 2020 | 20:01 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum juga berhasil membekuk caleg PDIP, Harun Masiku. Padahal, KPK telah dibantu oleh aparat kepolisian seluruh Indonesia untuk memburu buronan atas kasus dugaan suap kepada Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU terkait proses penetapan PAW anggota DPR tersebut.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar mengakui perburuan Harun Masiku ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pihaknya. Tak hanya memburu Harun, Lili menyatakan, pihaknya juga fokus menyelesaikan kasus-kasus korupsi lainnya, termasuk membuka penyelidikan baru.

"Semua akan menjadi PR. Tetap concern. Karena perkara-perkara lain kan juga kami sedang proses ya. Teman-teman tahu dari kemarin informasi yang disampaikan oleh Jubir kita juga tetap melakukan penyelidikan penyidikan untuk beberapa perkara baru. Jadi selain Harun Masiku juga tetap akan menjadi tugas kita untuk menuntaskan perkaranya," kata Lili di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Lili menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti memburu Harun. Meskipun, Lili mengakui hingga dua bulan berlalu pihaknya belum berhasil membekuk Harun.

"Saya pikir belum ada kendala tapi memang belum ditemukan ya dengan upaya-upaya pencarian dilakukan, dengan bantuan kepolisian, tapi belum ditemukan. Nah sampai hari ini belum ditemukan. Jadi saya tidak melihat ada kendala lain. Proses hukumnya tetap berjalan kok soal itu," katanya.

Lili menegaskan, tim KPK yang dibantu aparat kepolisian telah menelusuri setiap informasi yang disampaikan masyarakat mengenai keberadaan Harun. Namun, berbagai upaya itu belum menunjukkan hasil signifikan.

"Yang kita ketahui dari teman-teman penindakan itu ketika beberapa informasi terkait wilayah Harun Masiku itu di mana itu telah dikejar oleh teman-teman. Tapi kan kemudian itu belum tampak hasilnya dan dari bantuan kerja sama dengan kepolisian dengan menyebarkan DPO itu belum kelihatan hasilnya. Seluruh titik yang disebutkan oleh masyarakat, info yang diterima oleh KPK itu juga sudah dilakukan pengejaran tapi belum terlihat hasilnya. Mudah-mudahan segera ditemukan," katanya.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1), Harun seolah 'hilang ditelan bumi'.

Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali. Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun belum kembali ke Indonesia.

Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta. Bahkan, seorang warga mengaku melihat.

Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia. Meski dipastikan telah berada di Indonesia, KPK dan kepolisian hingga kini belum berhasil menangkap Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai buronan atau daftar pencarian orang (DPO).



Sumber: BeritaSatu.com