Gelar Turnamen Tinju, Semangat FTPI-Moestopo Cetak Penerus Chris John

Gelar Turnamen Tinju, Semangat FTPI-Moestopo Cetak Penerus Chris John
Pertemuan Menpora Zainudin Amali bersama Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo dan Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) di Gedung Menpora, Jakarta, Selasa (3/3/2020). (Foto: kemenpora.go.id)
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 3 Maret 2020 | 23:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dengan digelarkannya kejuaraan tinju oleh Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) dan Universitas Prof. Dr. Moestopo, besar harapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Zainudin Amali) dalam mewujudkan olahraga yang berkelanjutan.

Khususnya dalam cabor tinju, sudah ada beberapa atlet yang mengharumkan nama bangsa seperti atlet nasional Chris John. Namun, Menpora terus gaungkan pentingnya untuk mencetak bibit-bibit atlet baru agar prestasi Indonesia dapat terus berjalan. Hal ini tentu harus diawali dengan memasyarakatkan cabor tersebut seperti melalui penggelaran turnamen.

"Melalui pertandingan tinju, kami ingin menggairahkan olahraga tinju di tanah air dan menumbuhkan bibit-bibit baru," ujar Ketua Pembina FTPI Paiman Raharjo.

Paiman menerangkan, pertandingan tinju profesional nantinya akan memperebutkan dua sabuk emas dan empat untuk amatir. Keempatnya ini merupakan binaan dari FTPI yang menampilkan atlet dari DKI Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bogor.

"Nah, ini juga dalam rangka menggali potensi-potensi yaitu tinju amatir untuk tinju profesional. Kita lakukan event ini untuk menuju prestasi. Juga seperti programnya Pak Menpora, salah satunya memasyarakatkan olahraga. Kalau nanti sudah banyak bibit olahraga tinju, lalu nanti mencetak prestasinya bisa mudah. Di (Universitas) Moestopo sendiri, sudah banyak atlet lahir dari situ. Sekaligus event ini, kita ingin mengajak masyarakat untuk berolahraga," ujar Paiman.

Menanggapi hal ini, Menpora Zainudin menyambut baik rencana pertandingan tinju tersebut. Ia pun memberikan beberapa saran agar penyelenggaraannya dapat disambut antusias.

"Saran saya, lakukan promosi dan publikasi, sehingga nantinya bisa berlangsung dengan meriah dan masyarakat akan tahu. Kalau boleh, coba diprogramkan misalnya (lokasi) saat Car Free Day. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan sukses dan berkesinambungan," ujarnya.

Sebagai informasi, pertandingan ini akan diselenggakan pada 18 April mendatang di Universitas Moestopo.



Sumber: PR