Moeldoko: Pemerintah Telah Rampungkan Protokol Penanganan Virus Corona

Moeldoko: Pemerintah Telah Rampungkan Protokol Penanganan Virus Corona
Moeldoko. ( Foto: Antara / Sigid Kurniawan )
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 4 Maret 2020 | 16:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan telah merampungkan penyusunan protokol penanganan kasus penyebaran virus corona atau Covid-19. Sejumlah kementerian akan menjalankan protokol tersebut sesuai bidangnya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan protokol tersebut harus disebar. Sehingga penanganan kasus penyebaran virus corona dapat tertangani sesuai dengan protokol tersebut.

“Protokol ini harus disebar. Ini merupakan instruksi Presiden. Kita serius, kita siap dan kita mampu tangani Covid-19,” kata Moeldoko dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Protokol Penanganan Covid-19 di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Moeldoko menjelaskan pelaksanaan protokol penanganan virus corona atau Covid-19 ini melalui beberapa langkah. Pertama, penyusunan protokol penanganan kasus Covid-19 dari orang dalam pemantauan (ODP) hingga sehat kembali.

Langkah kedua, membentuk protokol penanganan orang-orang yang masuk dari luar negeri di beberapa pintu perbatasan. Terkait hal ini, presiden sudah menekankan ada sebanyak 135 pintu masuk di wilayah perbatasan.

Langkah ketiga menyusun protokol komunikasi yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Menkominfo).

Kelima, pembentukan protokol pendidikan, baik itu dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemag) atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Misalnya, melalui akses atau jaringan pesantren-pesantren dan sebagainya. Selain itu, Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea Cukai juga perlu menjelaskan kelangkaan bahan baku impor masker.

“Ini yang harus kita atur, jangan sampai berbeda ucapan dari gubernur atau wali kota,” tegas Moeldoko.

Dalam acara yang sama, Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengungkapkan dua orang Warga Negara Indonesia yang merupakan anak buah kapal (ABK) dari kapal Diamond Princess yang dirawat di Jepang dinyatakan sudah sembuh dari virus corona atau Covid-19.

“Mereka akan pulang dengan pesawat komersial, tapi akan kami lakukan karantina di Badan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang,” kata Anung Sugihantono.

Seperti diketahui, sejak awal Februari, KSP berperan sebagai Pusat Informasi Terpadu (Pinter) Covid-19. Peran penting ini sudah dilakukan sejak awal adanya kasus virus corona atau Covid-19. Hal ini dilakukan untuk membuktikan penanganan dan antisipasi terhadap virus corona atau Covid-19 sudah dilakukan pemerintah untuk melindungi rakyat Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com