Agar Efektif, Cukai Plastik Jangan Terlalu Murah
Logo BeritaSatu

Agar Efektif, Cukai Plastik Jangan Terlalu Murah

Rabu, 4 Maret 2020 | 20:42 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Tidak lama lagi, cukai pada kantong plastik sekali plastik (keresek) atau single use plastic bag akan diterapkan di Indonesia. Langkah ini didasari pada harapan bahwa sampah plastik di Indonesia bisa berkurang. Konsumen pun bisa berubah dengan menggunakan kantong guna ulang.

Manajer Kampanye Urban dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Dwi Sawung berpandangan, secara prinsip Walhi menyetujui cukai plastik. Dana cukai ini bisa dipakai untuk menangani sampah plastik. Namun, ia meminta besaran cukainya jangan terlalu murah.

“Nah ini bergantung bagaimana besar dan penerapannya. Kalau seperti rokok tidak akan efektif, terlalu murah,” katanya kepada Beritasatu.com, Rabu (4/3/2020).

Ia menilai, rencana cukai plastik keresek ini masih kurang karena belum berani menyasar produk tertentu yang jelas-jelas menjadi sampah terbanyak dan tidak bisa didaur ulang seperti styrofoam dan sachet.

"Ini yang masih lemah, sekarang masih kesukarelaan. Tidak ada insentif dan disinsentif buat produsen yang mengurangi dan yang tidak mengurangi kemasan plastiknya,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar mengaku belum mengetahui persis kapan cukai plastik mulai berlaku karena penerapannya harus melalui peraturan presiden yang kemudian ditandatangani menteri-menteri terkait, salah satunya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"PP (cukai plastik) itu baru saja dibahas di DPR dan mereka menyambut positif. Proses ini sudah lama dimulai dari sejak 2016 dan berproses hingga 2019,” katanya.

Novrizal juga belum tahu pasti apakah nantinya cukai plastik ini terkait pembatasan plastik keresek atau dengan pendekatan pembebanan ekonomi (nilai barang).

"Kita harapkan dengan adanya cukai plastik ini ada perubahan perilaku di masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, jumlah timbulan sampah dalam setahun berjumlah sekitar 67,8 juta ton dan akan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Komposisi sampah tersebut terdiri dari sisa makanan 44%, kaca 2%, karet/kulit 2%, kain/tekstil 3%, logam 2%, plastik 15%, kertas 11%, kayu/ranting/daun 13%, dan lainnya 8%.

Di masyarakat, lanjutnya, juga sudah banyak muncul semangat diet kantong plastik. Pembebanan cukai plastik diharapkan akan mempercepat perubahan perilaku masyarakat. Dari skema yang ada diperkirakan, satu lembar keresek dikenakan cukai sebesar Rp 200.

Peta Jalan
Selain cukai plastik keresek, KLHK melalui peraturan Menteri LHK juga sudah membuat peta jalan untuk mengurangi kemasan plastik pada makanan dan minuman. Dalam peta jalan tersebut, produsen diberi kesempatan selama 10 tahun untuk mengubah kemasan sehingga bisa mengurangi sampah plastik hingga 30%.

"Pilihannya bermacam-macam misalnya dengan pembatasan atau tidak lagi menggunakan plastik, redesain kemasan ramah lingkungan, desain lebih besar sehingga mengurangi kemasan kecil-kecil, serta pendekatan take back sampah lewat komunitas dan bank sampah," paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

SKK Migas: Proyek Masela Bisa Jadikan Indonesia Eksportir LNG Dunia

Selesainya proyek Masela beserta penemuan cadangan gas lainnya bisa menjadikan Indonesia kembali sebagai salah satu pemasok LNG dunia.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Masyarakat Datangi Posko Pemantauan Corona Naik 4 Kali Lipat

RSPI Sulianti Saroso menyediakan nomor telepon agar pihaknya dapat merespons cepat laporan masyarakat. Hotline melalui nomor telepon 081298865558.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Jambi Lanjutkan Pembangunan PLTA Batang Merangin

Pembangunan PLTA Batang Merangin yang sempat terbengkalai lebih 15 tahun akhirnya dilanjutkan kembali.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Tiga Program Bansos untuk Menurunkan Tingkat Kemiskinan

Menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem, pemerintah akan fokus pada tiga program bantuan sosial.

NASIONAL | 4 Maret 2020

2024, Kemiskinan Ekstrem di Indonesia Ditargetkan 0%

Presiden Joko Widodo menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia akan bisa mencapai 0% pada 2024.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Penimbun Masker dan Cairan Antiseptic Terancam 5 Tahun Penjara

Modus yang dilakukan pelaku yakni memborong barang di sejumlah toko dan menjual kembali secara online dengan harga fantastis.

NASIONAL | 4 Maret 2020

KPK Kebut Proses Seleksi 4 Jabatan Penting

KPK saat ini sedang menggelar proses seleksi untuk mengisi total 21 jabatan yang mengalami kekosongan. Ada empat jabatan penting yang seleskinya dikebut.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Imam Nahrawi Sebut Sesmenpora Gatot Kerap Cari Panggung

Selain kerap mencari panggung, Imam menyebut Gatot kerap tak menjalankan tugas protokoler dengan baik

NASIONAL | 4 Maret 2020

Mabes Polri: Kami Serentak Tindak Penimbun Masker

Polri secara khusus melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku penimbun masker dan hand sanitizer.

NASIONAL | 4 Maret 2020

5 Pasien Dirawat Khusus di RS Sardjito, Negatif Virus Corona

RS Sardjito menyatakan bahwa lima pasien yang mendapat perawatan khusus dinyatakan negatif virus corona atau Covid-19.

NASIONAL | 4 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS