Kemsos Naikkan Bantuan Sembako Jadi Rp 200 Ribu
Logo BeritaSatu

Kemsos Naikkan Bantuan Sembako Jadi Rp 200 Ribu

Rabu, 4 Maret 2020 | 21:39 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Sosial (Kemsos) menaikkan bantuan sembako menjadi Rp 200.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kenaikan tersebut mulai berlaku Maret – Agustus 2020. Program bantuan sembako merupakan perubahan nama dari program bantuan pangan non tunai (BPNT).

Pada bulan sebelumnya, September 2019 angkanya hanya berkisar Rp 110.000. Kemudian pada bulan berikutnya yakni Januari – Februari menjadi Rp 150.000.

“Alhamdulillah bulan Maret sampai Agustus, Presiden Jokowi menambahkan Rp 50.000 lagi. Jadi per bulannya yang akan diterima bapak/ibu Rp 200.000,” ujar Dirjen Penanganan Fakir Miskin Andi ZA Dulung saat menyerahkan bantuan program sembako di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Rabu (4/3/2020).

Dirjen berharap, serapan anggaran program sembako di provinsi ini bisa berjalan dengan baik. Andi juga berharap kepada penerima bantuan agar pemanfaatannya digunakan dengan sebaik-baiknya.

“Tidak boleh ada titipan. Biasanya kalau ke warung, ada yang nitip berapa batang (rokok), nah itu yang tidak boleh. Kami sudah sampaikan ke BRI, kalau ada yang sampai melanggar, akan dicabut izinnya, dan tidak boleh lagi menjadi penerima”, tegas Andi dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (4/3/2020)/

Disebutkan Provinsi Gorontalo mendapat kuota penerima bantuan sosial sebanyak 87.539 orang. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) itu baru dimanfaatkan untuk 87.047 orang. Sehingga Andi berharap pemerintah segera memasukkan tambahan untuk melengkapi kuota.

Di samping itu, saat ini pemerintah Provinsi Gorontalo terus berbenah dengan memverifikasi dan memvalidasi data bantuan sosial dengan cara turun ke lapangan.

Hasilnya menurut Andi, dari 120.000 warga kurang mampu yang selama ini menerima bantuan Jamkesta, 38.000 di antaranya dinyatakan tidak layak karena meninggal dunia, pindah domisili, dan berstatus mampu.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemkab Sleman Siap Tanggung Biaya Pasien Corona

Pemkab Sleman menyatakan siap menanggung biaya pengobatan bagi masyarakat Sleman yang terindikasi positif mengidap virus corona.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Sukses Majukan Banggai, Herwin Yatim Raih Penghargaan Akuntabilitas Kinerja 2019

Pemkab Banggai dinilai telah bersungguh-sungguh melakukan berbagai upaya perbaikan sehingga tercipta penggunaan anggaran yang lebih efektif dan efisien.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Perangi Corona, Komisi I Minta Pemerintah Perluas Larangan Traveler dari 3 Negara Lain

Pembatasan larangan bepergian ini tentu tidak akan mengganggu hubungan Indonesia dengan tiga negara sahabat tersebut.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Bukan Timbun Makanan, Inilah Pesan Wamendes Hadapi Corona

Wamendes berharap agar warga tidak panik dan tetap menerapkan pola hidup sehat melawan virus corona (COVID-19).

NASIONAL | 4 Maret 2020

Agar Efektif, Cukai Plastik Jangan Terlalu Murah

Cukai plastik diharapkan tidak terlalu murah, agar berdampak signifikan pada pengurangan sampah plastik.

NASIONAL | 4 Maret 2020

SKK Migas: Proyek Masela Bisa Jadikan Indonesia Eksportir LNG Dunia

Selesainya proyek Masela beserta penemuan cadangan gas lainnya bisa menjadikan Indonesia kembali sebagai salah satu pemasok LNG dunia.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Masyarakat Datangi Posko Pemantauan Corona Naik 4 Kali Lipat

RSPI Sulianti Saroso menyediakan nomor telepon agar pihaknya dapat merespons cepat laporan masyarakat. Hotline melalui nomor telepon 081298865558.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Jambi Lanjutkan Pembangunan PLTA Batang Merangin

Pembangunan PLTA Batang Merangin yang sempat terbengkalai lebih 15 tahun akhirnya dilanjutkan kembali.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Tiga Program Bansos untuk Menurunkan Tingkat Kemiskinan

Menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem, pemerintah akan fokus pada tiga program bantuan sosial.

NASIONAL | 4 Maret 2020

2024, Kemiskinan Ekstrem di Indonesia Ditargetkan 0%

Presiden Joko Widodo menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia akan bisa mencapai 0% pada 2024.

NASIONAL | 4 Maret 2020


TAG POPULER

# Penganiayaan Perawat


# Reshuffle Kabinet


# Vaksinasi Covid-19


# Larangan Mudik


# Vaksin Nusantara



TERKINI

Jadi Tersangka, Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Minta Maaf

NASIONAL | 13 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS