Menpora Sambut Baik Masjid Berjalan untuk Olimpiade

Menpora Sambut Baik Masjid Berjalan untuk Olimpiade
Menpora Zainudin Amali ketika bertemu dengan Chairman Pandan College Richardo Susilo dan jajaran YASU Project di Gedung Menpora, Jakarta, Rabu (4/3/2020). (Foto: kemenpora.go.id)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 5 Maret 2020 | 10:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olaharaga (Menpora) Zainudin Amali menyambut baik kehadiran mobile mosque atau masjid berjalan jelang Olimpiade Tokyo 2020 nanti.

Hal ini diungkapkan ketika ia menerima Chairman Pandan College Richardo dan CEO YASU Project Yasuharu Inoue dan Account Director Ryota Nishikawa di Gedung Menpora, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Dengan diselenggarakannya Olimpiade yang mendatangkan 11,000 atlet dari 206 negara, tentu para atlet berdatangan dari berbagai latar belakang agama. Didesain oleh Yasu Project, masjid berjalan ini adalah truk yang dapat digunakan para atlet untuk beribadah. Mobil ini dapat menampung 30 hingga 50 jemaah.

"Masjid berjalan ini sudah menggunakan teknologi termutakhir. [Untuk mengubah truk ini menjadi masjid berjalan], hanya membutuhkan lima menit. Mobil ini disertai AC dan air wudhunya daur ulang," ujar Richard.

Adapun Yasuharu Inoe menyatakan, dihadirkannya masjid berjalan ini dapat mempererat hubungan bilateral antara Jepang dan Indonesia.

"Dua tahun lalu, kami juga berpartisipasi di Asian Games Indonesia. Semoga melalui masjid berjalan ini, Jepang dan Indonesia bisa bekerjasama baik di bidang promosi khususnya di bidang olahraga," ujar Yasuharu.

Ia menambahkan, masjid berjalan ini dapat digunakan untuk stand Indonesia di Olimpiade Tokyo pada Juli mendatang.

"Saya mendekatkan diri dengan Indonesia karena merupakan negara muslim terbesar di dunia. Melalui masjid berjalan ini, bisa digunakan juga untuk stand Indonesia di Olimpiade Tokyo untuk mempromosi Indonesia, Islam dan olahraga. Semoga virus corona bisa melemah dan Olimpiade 2020 sukses," harapnya.

Menpora Zainudin mengapresiasi kehadiran masjid berjalan ini dapat digunakan di Indonesian Village, sebuah tempat khusus yang berdekatan dengan Wisma Atlet Olimpiade 2020 di Harumi, Chuo-ku, Tokyo.

"Untuk promosi pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, rencananya kami akan mendirikan Indonesian Village. Masjid berjalan ini juga sangat dibutuhkan di sana. Untuk komunikasi teknisnya, bisa dibicarakan dengan Chief de Mission (CdM) Olimpiade)," tutup Menpora.



Sumber: PR