Menpora Harap Putri Indonesia Gaungkan Kebhinekaan

Menpora Harap Putri Indonesia Gaungkan Kebhinekaan
Menpora Zainudin Amali ketika memberikan pembekalan untuk 39 finalis Puteri Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/3/2020). (Foto: kemenpora.go.id)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 5 Maret 2020 | 18:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Putri Indonesia dikenal sebagai sosok yang anggun dan berwibawa. Sebagai panutan bagi masyarakat luas, Putri Indonesia diharapkan terus menggaungkan kebhinekaan.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali ketika memberikan pembekalan bagi finalis Putri Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

"Para peserta diharapkan tidak luntur ideologi, karakter serta budaya bangsa di mana pun dan kapan pun kalian berada, serta kuatkan ideologi Pancasila yang menguatkan Indonesia agar tetap eksis dan tetap rukun," ujar Menpora Zainudin Amali.

Ia menambahkan, Putri Indonesia, sebagai panutan masyarakat luas, dapat membantu kalangan muda untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan bonus demografi.

Adapun bonus demografi ini adalah perkiraan di mana Indonesi akan didominasi oleh usia produktif sebesar 64% di kurun waktu 2030-2040.  Tantangan yang dihadapi dapat berupa minimnya lapangan pekerjaan, sehingga para pemuda tentu dituntut untuk terus meningkatkan daya saing.

"Kami mendorong satu program agar para pemuda menjadi kreatif di bidang apa saja yang positif. Anda semua harus bisa menguasai itu apalagi Putri Indonesia yang menjadi panutan contoh seusianya dan masyarakat Indonesia secara luas," ujarnya.

Menpora pun membuka peluang kepada Yayasan Putri Indonesia jika ada hal yang bisa disinergikan.

"Jika ada program-program yang bisa disinergikan bisa dikerjasamakan bersama karena ini bukan hanya tanggungjawab Kemenpora tapi juga semua," ujarnya.

Mulai diselenggarakan sejak 1992, kegiatan pemilihan Putri Indonesia ini merepresentasikan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.

"Kegiatan ini adalah salah satu cara merawat kebhinekaan, keanekaragaman bangsa dari 34 provinsi. Kita harus tetap merasa kita adalah satu Indonesia, eksistensi Indonesia. Di antaranya ada di tangan kalian, jangan hilang tata krama, serta pertahankan itu jangan keluar dari karakter dan budaya bangsa," pungkasnya.

Salah satu peserta asal Provinsi Papua Hermin Rachel Makanway berharap kepada generasi penerusnya di Papua agar tetap percaya diri.

"Kita harus tetap percaya diri dengan kulit hitam dan rambut kriting ini meski berbeda tapi kita satu Indonesia dan dari perbedaan ini kita tahu Indonesia spesial dan tetap percaya diri menjadi yang terbaik," ujar Hermin.



Sumber: PR