Cegah Virus Corona, 156 Pasien Dalam Pengawasan

Cegah Virus Corona, 156 Pasien Dalam Pengawasan
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020. Achmad Yurianto menyampaikan bahwa kondisi dua orang pasien positif virus Corona yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso, keadaannya semakin membaik sedangkan sebanyak 68 kru kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan tidak terjangkit virus usai diperiksa spesimennya. ( Foto: Beritasatu Photo/Joanito De Saojoao )
Aichi Halik / AHL Kamis, 5 Maret 2020 | 20:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) memantau kondisi 156 orang yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19. 156 pasien tersebut berasal dari 35 Rumah Sakit yang tersebar di 23 provinsi.

"Pasien dalam pengawasan atau specimen yang kita terima untuk diperiksa yang berasal dari rumah sakit ada 156, artinya ada 156 pasien dalam pengawasan," kata Sesditjen P2P Kemkes Achmad Yurianto di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020).

Menurut Yurianto, kategori PDP ini dibuat karena banyaknya laporan pasien suspect corona dengan gejala tidak terlalu berat. Seseorang yang masuk PDP akan langsung dilakukan pemeriksaan untuk mengecek apakah terjangkit virus corona atau tidak.

"Pasien dalam pengawasan ini yang harus betul-betul kita perlakukan dengan baik karena sudah jadi pasien. Pertama dieksplor adalah apakah ada riwayat kontak dengan yang positif Covid-19 kalau ada dan kuat kita tempatkan dia sebagai suspect Covid-19," ujar Yurianto.

Yurianto menuturkan penanganan PDP berbeda dengan orang dalam pemantauan (ODP). Di mana, mereka tidak dimaknai sakit namun dipantau apabila menunjukkan gejala-gejala virus corona.

"Bila ODP ini mengalami sakit gejala influenza, batuk, panas, sesak, maka kita akan masukkan pasien dalam pengawasan namanya PDP," tutur Yurianto.



Sumber: BeritaSatu.com