Logo BeritaSatu

Sistem Drainase Tak Berfungsi, Jakarta pun Banjir

Kamis, 5 Maret 2020 | 22:30 WIB
Oleh : Heri Soba / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Berbeda dengan sikap Pemprov DKI yang awalnya tak mengakui persoalan drainase, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) malah langsung memaparkan banjir di DKI Jakarta mayoritas disebabkan sistem drainase yang tidak berfungsi. Dari hasil survei PUPR, hanya 35 persen yang disebabkan oleh luapan sungai.

"Dari 83 lokasi banjir yang kami survei di DKI Jakarta, kami memperoleh 71 titik banjir disebabkan oleh drainase yang tidak berfungsi. Banjir tanggal 25 Februari lalu yang disebabkan sungai itu hanya sekitar 35 persen. Dibandingkan banjir yang disebabkan oleh drainase, itu lebih tinggi, yakni sekitar 65 persen," kata Kasubdit Perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai PUPR Bambang Heri Mulyono dalam konferensi pers "Penanggulangan Bencana" di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta, Jumat (28/2/2020) lalu.

Hal serupa, kata Bambang, juga terjadi pada banjir Minggu (23/2/2020). Persentase drainase yang tersumbat sekitar 86 persen dan persentase paling rendah akibat sungai yang meluap. "Pada 23 Februari banjir yang disebabkan sungai itu sekitar 13-14 persen dibandingkan banjir yang disebabkan drainase, yakni 86 persen," katanya.

Namun, kata Bambang, pada banjir awal tahun, persentase drainase dan air sungai yang meluap berada pada posisi seimbang. Saat itu kondisi Bendung Katulampa dan Pintu Air Manggarai berada di siaga I. "1 Januari status Bendung Katulampa siaga I dan Manggarai siaga I. Karenanya, persentase banjir sungai dan banjir disebabkan drainase itu separuh-separuh," ujarnya.

Dia mengimbau agar setiap rumah membuat sumur resapan untuk menahan air hujan yang turun. "Kita perlu membuat sumur resapan. Kita bayangkan saja setiap rumah tangga bisa menahan air hujan sebanyak 1-2 meter kubik, betapa banyak aliran tengah yang bisa tertahan," katanya.

Setidaknya ada tiga konsep besar penanganan banjir yang ditawarkan PUPR. Pertama, di hulu PUPR membuat air untuk lebih lama ditahan dengan memperhatikan kapasitas air dengan waduk dan kolam retensi. Kemudian di bagian tengah membuat sumur resapan, lalu konsep hilir dengan mempercepat laju air hingga ke laut. Cara untuk mempercepat laju air ialah dengan menggalakkan normalisasi dan dengan membangun sodetan.

Sebelumnya diberitakan, Jakarta diguyur hujan deras hingga membuat beberapa wilayah banjir. "Ini kondisi sudah siaga satu semua, sungai limpas (luber) semua. Jadi kebetulan air pasang juga, lagi naik. Nah, pukul 11.00 WIB ini baru pada turun," kata Kadis Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Jakarta kembali dilanda banjir pada 25 Februari lalu. Setidaknya, ada 294 RW yang terendam banjir serta perkiraan warga yang mengungsi saat itu ialah sebanyak 12 ribu warga.

Survei Kementerian PUPR soal drainase diatas terkonfirmasi dengan fakta yang ditemukan DPRD DKI Jakarta. Salah satu temuan dari inspeksi mendadak (sidak) DPRD sangat terkait dengan draianse.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, pihaknya melihat fakta bahwa bak kontrol saluran air di Jakarta bermasalah. Ia memberi contoh di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. "Kepala Dinas Bina Marga mengatakan dari semua trotoar bak kontrolnya bisa dibuka. Tapi kenyataannya sulit dibuka," ujar Prasetyo, Senin (24/2/2020).

Dari hasil sidak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (23/2/2020), terlihat jelas ada masalah drainase di Jakarta. Sidak dilakukan setelah ada laporan warga bahwa saluran airnya tersumbat hingga rumahnya terendam banjir.

"Saat tutup bak kontrolnya dibuka ternyata ditemukan bahwa saluran banyak sisa -sisa beton. Ini bukannya jadi baik malah merusak," kata Prasetyo.

Kondisi yang sama juga terjadi pada banjir di terowongan (underpass) Kemayoran, Jakarta Pusat. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah, menilai drainase wilayah Kemayoran perlu dievaluasi. "Sistem drainasenya juga perlu dikaji ulang dan di underpass perlu disiapkan pompa dengan kapasitas besar," kata Bambang belum lama ini.

Evaluasi drainase Kemayoran, lanjut Bambang, bisa dilakukan pemerintah pusat bersama-sama dengan Pemprov DKI. Drainase yang ada sekarang ini dianggap tidak mampu menampung tingginya debit air. Pihaknya meyakini underpass Kemayoran rentan banjir akibat dangkalnya Waduk Kemayoran serta Sungai Sentiong. Sistem drainase di wilayah tersebut mengalir ke Waduk Kemayoran, kemudian ke rawa-rawa sebelum masuk ke Sungai Sentiong.

Sekalipun begitu, langkah mengeruk Waduk Kemayoran maupun Sungai Sentiong tidak cukup untuk menangkal banjir. Selain dibutuhkan pompa, kapasitas drainase juga perlu dikaji.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ledakan di Aspol Sukoharjo, Dugaan Kelalaian Didalami

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi belum bisa memastikan kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa ledakan di sekitar Asrama Polisi (Aspol)

NEWS | 26 September 2022

Jika Head to Head di Pilpres 2024, Anies Kalahkan Ganjar dan Prabowo

Survei CSIS menunjukkan bahwa Anies Baswedan memenangi pertarungan pilpres 2024 saat head to head dengan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto

NEWS | 26 September 2022

Menlu Retno dan Menkes Ethiopia Bahas Vaksinasi Global Covid-19

Menlu Retno Marsudi bertemu dengan Menteri Kesehatan Ethiopia Lia Tadesse Gebremedhin membahas perkembangan vaksinasi global Covid-19.

NEWS | 26 September 2022

Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Proses Hukum di KPK

Presiden Jokowi meminta Gubernur Papua, Lukas Enembe menghormati proses hukum yang berjalan di KPK. termasuk menghadiri pemanggilan pemeriksaan dari KPK. 

NEWS | 26 September 2022

KPK Jadwalkan Periksa Anggota DPR Fraksi PKB Sofyan Ali

KPK menjadwalkan memeriksa anggota DPR dari Fraksi PKB, Sofyan Ali terkait pengembangan kasus suap pembahasan RAPBD Provinsi Jambi. 

NEWS | 26 September 2022

DKI Tambah 1 Lagi Fasilitas Penyaringan Sampah pada 2023

DKI menambah satu lagi fasilitas penyaringan sampah sungai yang akan ditempatkan di Kali Pesanggrahan

NEWS | 26 September 2022

Baru 9 Tahun, Pangeran George Ditaksir Bakal Miliki Kekayaan Rp 15 Triliun

Pangeran George, putra sulung dari Pangeran William dan Kate Middleton yang baru berusia 9 tahun, ditaksir bakal memiliki kekayaan senilai US$ 1 miliar.

NEWS | 26 September 2022

Kasus Gubernur Papua Lukas Enembe, KPK Panggil 2 Saksi

KPK memanggil dua orang saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe.

NEWS | 26 September 2022

Presiden Jokowi: Hormati Proses Hukum di KPK

Presiden Jokowi mengimbau Gubernur Papua Lukas Enembe menghormati proses hukum yang kini dijalaninya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

NEWS | 26 September 2022

500 Personel Gabungan Gerebek Lumpur di Kali Cideng

Sebanyak 500 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan gerebek lumpur yang dilakukan Sudin SDA Jakarta Pusat di Kali Cideng, Jakarta Pusat

NEWS | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Pakistan

Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Pakistan

NEWS | 14 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings