Banjir Landa Purworejo, Ratusan Warga Mengungsi

Banjir Landa Purworejo, Ratusan Warga Mengungsi
Petani memanen padinya lebih awal di persawahan karena banjir. ( Foto: ANTARA FOTO / Akbar Tado )
Stefy Thenu / JAS Jumat, 6 Maret 2020 | 07:15 WIB

Purworejo, Beritasatu.com - Hujan yang tak henti mengguyur wilayah Kabupaten Purworejo selama sehari semalam, mengakibatkan bencana banjir di sejumlah tempat.

Setidaknya, lima kecamatan terdampak banjir, yaitu Kecamatan Bagelen, Purwodadi, Ngombol, Grabag, dan Butuh. Di Kecamatan Bagelen, warga mengungsi di dua desa, yakni Desa Bapangsari dan Dadirejo.

Warga yang mengungsi di Desa Bapangsari sejumlah 152 orang. Sebanyak 84 orang mengungsi di Masjid Bojong dan 68 orang di Dusun Sangkalan. Sedangkan di Desa Dadirejo Kecamatan Bagelen, terdapat 65 orang warga yang mengungsi di Puskesmas Wojo dan di rumah Kadus Jambu.

Bupati Purworejo Agus Bastian menyerahkan sejumlah bantuan sembako berupa beras, makanan siap saji, minyak goreng, kopi, teh dan gula kepada para pengungsi.

Pihaknya juga akan membuat dapur umum, di lokasi pengungsian untuk memenuhi kebutuhan warga korban banjir.

Sementara itu, banjir juga membuat ribuan hektare lahan pertanian di delapan kecamatan yakni Bagelen, Purwodadi, Ngombol, Grabag, Butuh. Pituruh, Banyuurip, dan Bayan, terendam.

Perkiraan luas lahan tanaman padi terdampak banjir mencapai 1,099 ha. Terdiri dari Kecamatan Grabag seluas 452 hektare (ha), Butuh 312 ha, Pituruh 156 ha, Bayan 72, Bagelen 61,5 ha, Ngombol 20 ha, Banyuurip 21 ha dan Purwodadi 4,5 ha.

Menurut Bupati Agus Bastian, untuk sawah puso yang terendam lebih dari tiga hari, akan mendapatkan ganti dari AUTP (Asuransi untuk Tanaman Padi) sebesar Rp 6 juta per hektare.

Sekda Purworejo Said Romadhon menambahkan, salah satu solusi mengatasi banjir adalah dengan normalisasi tiga sungai, yakni Sungai Bogowonto, Sungai Jali, dan Sungai Wawar.



Sumber: BeritaSatu.com