Sesmenpora Tekankan Pentingnya Budaya Literasi di Era 4.0

Sesmenpora Tekankan Pentingnya Budaya Literasi di Era 4.0
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto membuka Workshop Literasi Digital yang mengangkat tema "Literasi Digital di Era Disrupsi 4.0", di Wisma Menpora, Jakarta, Kamis (5/3/2020). (Foto: kemenpora.go.id)
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 6 Maret 2020 | 10:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai salah satu bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menekankan pada pentingnya budaya literasi di hadapan era 4.0.

Budaya literasi menekankan bagaimana masyarakat dapat menggunakan informasi yang diperoleh secara bermanfaat. Dengan perkembangan teknologi yang berkembang pesat, segala aspek masyarakat terus berubah termasuk cara kita meraih informasi. Walaupun memudahkan untuk memperoleh informasi, tidak jarang ada sisi negatif seperti penyebaran hoaks.

"Esensi teknologi itu memudahkan, tapi sisi negatif juga perlu diantisipasi. Jangan pernah merasa tenang pada kemapanan, selalu ada perubahan. Disrupsi atau perubahan fundamental 4.0 harus cepat diantisipasi dan penyesuaian, karena akan berubah cepat 5.0 dan seterusnya," ujarnya ketika membuka workshop "Literasi Digital di Era Disrupsi 4.0" di Gedung Menpora, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Ia menekankan, workshop terkait literasi digital diperlukan untuk seluruh aparatur khususnya lingkungan Menpora yang banyak berinteraksi dengan anak muda.

"Tanggung jawab dalam melayani stakeholder pemuda dan olahraga sudah menjadi keharusan menguasai tentang literasi digital ini. Silakan ikuti workshop ini, pasti banyak manfaatnya [khususnya dalam] mengurus generasi millennial yang diharuskan menguasai era digital," tutup Gatot.



Sumber: PR