RSU Anutapura Palu Simulasi Penanganan Corona

RSU Anutapura Palu Simulasi Penanganan Corona
Petugas Dinas Kesehatan melakukan sterilisasi dan evakuasi tukang kebun rumah yang penghuninya terjangkit virus corona di Depok, Jawa Barat, Senin (2/3/2020). ( Foto: Antara / Asprilla Dwi Adha )
John Lory / JEM Jumat, 6 Maret 2020 | 10:41 WIB

Palu, Beritasatu.com - Tim medis Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar simulasi penanganan pasien terpapar virus corona atau Covid-19 sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan serangan corona di wilayan itu.

"Simulasi ini penting sebagai upaya antisipasi apabila terjadi hal yang sesungguhnya agar kita tidak terlalu kaku menghadapi, baik prosedur maupun penanganan itu sendiri," kata Plt. Direktur RSU Anutapura Palu, dr Hery Mulyadi, Kamis (5/3/2020).

Simulasi melibatkan tujuh dokter spesialis yakni empat dokter spesialis penyakit dalam, satu dokter spesialis radiologi, satu dokter spesialis patologi dan satu dokter spesialis paru. Mereka dibantu sekitar 10 perawat terlatih sebagai tim khusus penanganan pasien terjangkit virus corona.

Hery mengatakan pascagempa 28 September 2018, RSU Anutapura tidak memiliki ruang khusus untuk isolasi pasien dengan penanganan intensif, sehingga pihaknya terpaksa memanfaatkan ruang bekas Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai ruang karantina.

"Meski ruang isolasi ini bersifat darurat, namun layak digunakan. Kapasitasnya mampu menampung 12 pasien," kata jelas Hery.
Seluruh dokter yang terlibat dalam simulasi, lanjutnya, menggunakan alat pelindung diri lengkap yang dikhususkan untuk penanganan pasien tertular virus-virus mematikan.

“Dokter melakukan tindakan sesuai SOP (Standard Operating Procedure) dan langsung menangani seorang pasien yang diduga terjangkit virus corona saat tiba di rumah sakit,” ujar Hery.

Selanjutnya, Petugas medis yang sudah bersiap langsung membawa pasien ke dalam ruang isolasi untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut agar penyebaran virus tidak meluas.

Di Sulteng, pemerintah menunjuk dua rumah sakit sebagai pusat rujukan penanganan pasien terpapar virus korona yakni RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu.

Hery mengimbau masyarakat Sulteng agar tetap menjaga kesehatan dengan menjalani pola hidup sehat serta tidak panik dengan berita-berita di televisi dan media sosial lainnya.  



Sumber: BeritaSatu.com