Rakor Tingkat Menteri, Menpora Pastikan Persiapan PON Lancar

Rakor Tingkat Menteri, Menpora Pastikan Persiapan PON Lancar
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali ketika menghadiri rakor PON XX di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (5/3/2020). (Foto: kemenpora.go.id)
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 6 Maret 2020 | 12:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dengan koordinasi bersama jajaran kementerian lainnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan persiapan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI sudah menuju rampung.

Hal ini diungkapkan oleh Menpora ketika mendatangi rapat koordinasi tingkat menteri terkait perhelatan olahraga ini di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (5/3/2020).

"Progres pembangunan venue PON Papua oleh Kementerian PUPR sudah mencapai 80 persen. Kami juga telah menyiapkan 12 bangunan dengan kapasitas 1816 orang," ujar Menpora Zainudin Amali.

Beberapa pembangunan di wilayah Merauke dan Jayapura juga diusulkan oleh Kemenko PMK untuk memberikan akomodasi tambahan bagi para atlet dan ofisial.

Selaras dengan keinginan pemerintah untuk mendorong sport tourism, Menpora berharap perhelatan olahraga yang akan digelar Oktober mendatang ini menonjolkan kuliner khas Papua.

"Sedangkan untuk konsumsi diharapkan akan lebih menonjolkan kearifan lokal atau ciri khas berbagai macam kuliner yang ada di Papua," tambahnya.

Adapun penyediaan peralatan PON diharapkan akan tiba paling lambat bulan Juli.

"Menpora menyediakan peralatan pertandingan untuk 26 cabor. Paling lambat bulan Juli semua peralatan sudah sampai di venue masing-masing. Sedangkan peralatan 11 cabor lagi menjadi tanggung jawab PB PON untuk segera dilaksanakan lelang yaitu, sekitar kurang lebih 10 hari ke depan. Untuk peralatan pertandingan Asian Games 2018 akan dicek kembali oleh Menpora dan PB PON untuk digunakan nantinya," jelasnya.

Terkait transportasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga telah menyiapkan 627 bus dengan 815 pengemudi baik dari tenaga setempat ataupun TNI-Polri. Bus ini akan dikirimkan ke masing-masing cluster paling lambat dua minggu sebelum pertandingan.

"Upacara pembukaan akan menggunakan EO yang menangani Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Upacara pembukaan ini akan menonjolkan nuansa identitas budaya Papua termasuk juga dimaksimalkan dengan seniman-seniman Papua," tutupnya.



Sumber: kemenpora.go.id