Satu WNI ABK Diamond Princess Suspect Virus Corona

Satu WNI ABK Diamond Princess Suspect Virus Corona
WNI kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona tiba di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (1/3/2020) dini hari. Pemerintah mengevakuasi mereka dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. (Foto: Antara / Muhammad Adimaja)
Lenny Tristia Tambun / JAS Jumat, 6 Maret 2020 | 13:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Satu dari 69 WNI anak buah kapal (ABK) kapal pesiar Diamond Princess dan saat sini tengah diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu diduga atau suspect virus corona atau Covid-19.

Juru Bicara Penanganan Corona sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengungkapkan, dari 69 ABK tersebut, sebanyak 68 WNI dinyatakan tidak teridentifikasi virus corona. Namun satu ABK lainnya diduga tertular atau suspect virus corona (Covid-19). 

Sehingga ABK tersebut dipisahkan ruang isolasinya dari 68 ABK lainnya. Saat ini, satu ABK suspect virus corona atau Covid-19, sudah dimasukkan ruang isolasi di Rumah Sakit (RS) Persahabatan.

“Ada yang kita pisahkan satu orang, meski fisiknya baik, tapi kita curigai dia suspect tertular Covid-19. Dan sekarang sudah diisolasi di RS Persahabatan,” ujar Achmad Yurianto.

WNI yang bekerja sebagai ABK di kapal pesiar Diamond Princess telah sampai di Pulau Sebaru, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta sejak Kamis (5/3/2020). 

Mereka akan menjalani masa observasi selama 48 hari di sana bersama-sama dengan 188 WNI ABK kapal pesiar World Dream yang telah tiba pada Jumat (28/2/2020).

Achmad Yurianto mengatakan 69 WNI ABK kapal Diamond Princess sudah berada di Pulau Sebaru Kecil.

“ABK Diamond Princes itu jumlahnya ada 69 orang yang dijemput. Kemudian sudah berada di Pulau Sebaru Kecil,” kata Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Untuk penanganan perawatan ABK kapal Diamond Princess di Pulau Sebaru, Kementerian Kesehatan menurunkan tenaga medis tambahan sebanyak 20 orang. Mereka akan membantu 10 tenaga medis yang sudah melakukan perawatan ABK sejak proses penjemputan dan karantina di KRI Soeharso.

“Sebanyak 10 tenaga medis memang kontak dengan para ABK ini. Tenaga medis ini sudah diperiksa, hasilnya negatif virus corona. Sehingga mereka bisa bertugas dengan dibantu 20 tim medis. Jadi totalnya 30 tenaga medis,” tuturnya.

Sedangkan, untuk penanganan perawatan 188 ABK eks kapal World Dream, Kementerian Kesehatan mengerahkan 35 tenaga kesehatan, yang terdiri dari dokter spesialis paru, penyakit dalam dan jantung, patologi klinik, dokter umum, dan perawat.

Kemudian fasilitas yang disediakan di Pulau Sebaru Kecil, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, ada Unit Gawat Darurat (UGD) dan Intensive Care Unit (ICU).



Sumber: BeritaSatu.com