Satu Eks ABK World Dream Hamil 3 Bulan, Dinyatakan Negatif Virus Corona

Satu Eks ABK World Dream Hamil 3 Bulan, Dinyatakan Negatif Virus Corona
Sejumlah WNI kru kapal World Dream menyantap makanan di KRI dr Soeharso ketika menuju lokasi observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Kamis, 27 Februari 2020. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / JAS Jumat, 6 Maret 2020 | 13:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Di antara 188 warga negara Indonesia (WNI) eks anak buah kapal (ABK) kapal pesiar Dream World, ada 16 berjenis kelamin perempuan. Dari jumlah tersebut, ada satu ABK wanita yang sedang hamil tiga bulan. Kondisi wanita hamil ini sehat dan tak terpapar virus corona atau Covid-19.

Demikian disampaikan Juru bicara Penanganan Corona sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

“Dari 188 ABK itu ,ada 16 ABK wanita. Salah satunya dalam kondisi hamil tiga bulan. Suaminya juga ada di sana. Dan kondisi kehamilan dan ibunya, semua dalam keadaan sehat,” kata Achmad Yurianto.

Secara kesuluruhan, Achmad Yurianto menjelaskan masa observasi 188 ABK eks kapal pesiar World Dream ini sudah memasuki hari keenam. Sampai sejauh ini, hasil pemeriksaan fisik dan laboratoriun, seluruh ABK tersebut dalam kondisi sehat dan tidak teridentifikasi virus corona atau Covid-19..

“Keseluruhannya dalam keadaan sehat dan hasil pemeriksaan negatif virus corona . Dalam perjalanan observasi kita, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pagi dan sore, tidak ada satu pun yang sakit, baik secara psikologis dan fisik,” ujar Achmad Yurianto.

Setelah menjalani masa observasi 14 hari, mereka akan dilakukan pemeriksaan kedua untuk mengetahui apakah sudah benar-benar terbebas dari virus corona ini. Bila hasil pemeriksaan kedua ini, hasilnya tetap negatif, maka mereka akan dipulangkan ke keluarga masing-masing.

“Dalam waktu tidak lama lagi setelah observasi 14 hari, kita akan lakukan pemeriksaan lagi. Bila hasilnya negatif, kemudian bisa kita kembalikan ke keluarga masing-masing,” terang Achmad Yurianto.

Untuk penanganan perawatan 188 ABK eks kapal World Dream, Kementerian Kesehatan mengerahkan 35 tenaga kesehatan, yang terdiri dari dokter spesialis paru, penyakit dalam dan jantung, patologi klinik, dokter umum, dan perawat.

Kemudian fasilitas yang disediakan di Pulau Sebaru Kecil, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, ada Unit Gawat Darurat (UGD) dan Intensive Care Unit (ICU).

Seperti diketahui, sebanyak 188 WNI ABK di Kapal World Dream yang dievakuasi menggunakan KRI Soeharso tiba di Pulau Sebaru Kecil pada Jumat (28/2/2020) sore. Di pulau ini mereka akan menjalani observasi.



Sumber: BeritaSatu.com