Gandeng Pemda, UT Harap Majukan Pendidikan Hingga Pelosok

Gandeng Pemda, UT Harap Majukan Pendidikan Hingga Pelosok
Penandatanganan nota kesepahaman Rektor Universitas Terbuka dengan sejumlah pemda di Gedung UTCC, Tangerang, Kamis (5/3/2020). ( Foto: BeritaSatu / Jayanty Nada Shofa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Sabtu, 7 Maret 2020 | 07:30 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Menurut Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat, pendidikan jenjang tinggi adalah hak untuk seluruh lapisan masyarakat hingga yang berada di pelosok daerah.

Khususnya dengan online learning (atau pembelajaran jarak jauh secara daring), kesempatan untuk mengenyam pendidikan dapat dilakukan hanya dengan jaringan internet.

"Selaras dengan program pemerintah, UT fokus memberikan kesempatan pendidikan bagi orang-orang daerah pinggiran. Hingga saat ini, UT telah mencetak sekiranya 1,7 juta dan sebagian besar dari mereka berdomisili di daerah pelosok," ujar Ojat Darojat di Gedung UTCC, Tangerang, Kamis (5/3/2020).

Untuk memastikan pendidikan yang merata ini, UT menandatangani nota kesepahaman peningkatan sumber daya manusia dengan beberapa pemerintah daerah. Di antaranya adalah Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel), Pemkab Sanggau, Pemkab Ketapang, serta Pemkab Melawi.

Namun, dengan sistem online learning, salah satu tantangan utama adalah memastikan akses internet yang memadai.

"Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk pendataan kawasan dengan akses jaringan yang minim. Pemerintah juga akan mendirikan base transceiver station (BTS) di daerah pinggiran," imbuh Ojat.

Adapun Bupati Sanggau Paolus Hadi berharap nota kesepahaman ini dapat meningkatkan tingkat pendidikan di wilayahnya.

"Saat ini, 20 persen wilayah kami belum terkoneksi dengan jaringan. Bahkan, angka sarjana di Sanggau belum mencapai 3 persen. Peluang anak muda Sanggau untuk menempuh pendidikan di universitas tatap muka di daerah lainnya juga minim. Kami harap kerja sama ini bisa memberikan kesempatan tersebut khususnya untuk menjawab tantangan bonus demografi," ujar Paolus.

Menanggapi tantangan jaringan internet, Pemprov Sumsel pun telah meluncurkan program penyediaan website dan internet desa.

"Pada tahun 2019, kami meluncurkan 170 website desa dan jaringan internet untuk 34 desa. Khususnya untuk mahasiswa UT yang berada di Sumsel akan melakukan kegiatan belajar melalui pemanfaatan internet desa. Program ini akan terus kami kembangkan bersama Rektor Ojat," ujar Achmad Rizwan selaku Kadis Kominfo Pemprov Sumsel.



Sumber: BeritaSatu.com