Defisit APBN 2020 di Kisaran 2,2-2,5 Persen

Defisit APBN 2020 di Kisaran 2,2-2,5 Persen
Menkeu Sri Mulyani Indrawati hadir pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/2/2020). (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Novy Lumanauw / JAS Senin, 9 Maret 2020 | 19:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memprediksi, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 akan meningkat, yaitu berada pada kisaran antara 2,2 – 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pada APBN 2019, defisit menembus angka Rp353 triliun atau setara dengan 2,2 persen.

“APBN 2020 memang defisitnya akan meningkat. Saat ini, kita mengindikasikan defisit itu ada dalam kisaran antara 2,2-2,5 persen,” kata Menkeu usai rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/9/2020).

Menkeu mengatakan, meskipun defisit berpotensi meningkat, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dari segi penerimaan maupun belanja. Bahkan, lanjutnya, pemerintah akan tetap fokus untuk merumuskan kebijakan baru, karena situasi saat ini terus bergerak.

“Maka yang disebutkan perumusan stimulus fiskal akan kita desain sesuai perkembangan yang ada,” jelas Menkeu.

Disebutkan, pemerintah akan me-review apabila kondisi saat ini merupakan suatu shock dan sejauh mana dampaknya memengaruhi atau menolong dari sisi perusahaan baik itu hotel, restoran, maupun industri manufaktur.

“Namun, kita melihat sekarang perkembangannya akan berlanjut maka kita akan lihat desainnya yang terbaik,” kata Menkeu.

Ia mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk melihat opsi-opsi apa saja dari stimulus yang tetap berada dalam koridor sehingga membuat instrumen APBN menjadi salah satu penolong perekonomian nasional yang sedang dalam kondisi lemah.

“Itu yang sedang kita fokuskan. Dan sekaligus juga kita mulai membangun desain untuk 2021,” kata Menkeu.



Sumber: BeritaSatu.com