PAN: Kasus Virus Corona Kebanyakan Imported Case, Ketatkan Pengawasan Perbatasan

PAN: Kasus Virus Corona Kebanyakan Imported Case, Ketatkan Pengawasan Perbatasan
Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas 1 Soetta melakukan pemeriksaan suhu tubuh seorang penumpang yang berasal dari Singapura setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (10/2/2020). Setelah Pemerintah resmi menaikan status Travel Warning atau kewaspadaan perjalanan ke zona kuning, petugas KKP Klas 1 Soetta melakukan pengetatan pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatan terhadap penumpang pesawat yang berasal dari Singapura. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc. ( Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Iqbal )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Selasa, 10 Maret 2020 | 14:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPR dari PAN meminta pemerintah memperketat pengawasan perbatasan karena pasien virus corona di Indonesia lebih banyak imported case.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah semakin meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan atas mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Pintu-pintu masuk Indonesia harus dijaga secara ketat. Semua orang yang masuk tidak boleh lagi ada yang lolos dari pemeriksaan.

Saleh mengutip laporan pemerintah bahwa pasien virus corona di Indonesia lebih banyak imported case. Artinya, mereka yang terinfeksi sejauh ini berasal dari luar negeri.

"Virusnya terbawa dari luar negeri," kata Saleh, di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Karenanya, dia meminta pengawasan lebih ketat di perbatasan dilaksanakan.

Pemerintah juga diminta untuk meningkatkan investigasi terhadap mereka yang terinfeksi. Khususnya demi menelusuri riwayat kontak mereka dengan orang lain.

"Semuanya harus didata dan diperiksa. Ini sangat penting untuk mengantisipasi dampak penyebaran yang lebih luas. Kalau ada yang dicurigai terinfeksi, harus segera diuji. Kalau perlu, diobservasi dan diisolasi. Tentu dengan pendekatan humanis," ujar Saleh.

Selain itu, untuk yang sudah positif terinfeksi, Pemerintah diharap memberikan penanganan dan pengobatan yang selengkapnya. Pemerintah sebaiknya mengerahkan para ahli untuk berpartisipasi dan berkontribusi.

"Saatnya kita membuktikan kita bisa menangani dan menghadapi masalah ini dengan baik," kata wakil ketua Fraksi PAN itu.



Sumber: BeritaSatu.com