Terasa Hingga Jakarta, Gempa Sukabumi Tidak Berpotensi Tsunami

Terasa Hingga Jakarta, Gempa Sukabumi Tidak Berpotensi Tsunami
Ilustrasi gempa. ( Foto: ANTARA )
Ari Supriyanti Rikin / JAS Selasa, 10 Maret 2020 | 18:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gempa tektonik magnitudo (M) 5,0 pada Selasa (10/3/2020) pukul 17.18.04 WIB berpusat di wilayah Sukabumi tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa juga dirasakan beberapa detik di Bogor hingga Jakarta.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan, dari
hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 km arah timur laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault)," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2020).

Guncangan gempa bumi ini lanjutnya, dirasakan di daerah Cikidang, Ciambar, Cidahu, Kalapa Nunggal IV - V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Panggarangan, Bayah III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Citeko, Sukabumi II - III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ucapnya.

Hingga pukul 17.09 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi pendahuluan (foreshock).

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diingatkan menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," ucapnya.

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bogor dan Sukabumi, gempa dirasakan sedang di Kota Bogor sekitar 4-6 detik, masyarakat tidak panik. Belum ada info terkait dampak gempa.

Gempa terasa sedang juga dirasakan di Kota Sukabumi sekitar 4-5 detik. Belum ada info dampak gempa. Sementara itu gempa terasa kuat di Kabupaten Sukabumi sekitar 5 detik. Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sukabumi saat ini masih mengumpulkan informasi mengenai dampak gempa.



Sumber: BeritaSatu.com