RUU Ciptaker Harus Tegas Atur Masa Kerja TKA
Logo BeritaSatu

RUU Ciptaker Harus Tegas Atur Masa Kerja TKA

Selasa, 10 Maret 2020 | 20:30 WIB
Oleh : Robertus Wardy / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan, mengatakan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) membawa pengaruh positif bagi tenaga kerja di Indonesia.

Pengaruh positif itu berupa peningkatan kualitas dan kemampuan para pekerja. Namun pemerintah tetap perlu membatasi masa kerja TKA di tanah air. "Jangan sampai TKA hidup di Indonesia dalam kurun waktu yang sangat lama," kata Chandra di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Chandra meminta harus ada aturan yang tegas dan ketat terkait masa waktu TKA dalam draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Pengaturan dilakukan tanpa pengecualian seperti hanya berstatus sebagai konsultan-konsultan ahli.

“Ini penting dituangkan dalam norma. Sebab aturan ini akan memiliki kekuatan hukum yang mengikat apabila dituangkan dalam norma atau pasal di dalam RUU Omnibus Law," ujarnya.

Chandra menegaskan TKA bukan berarti tidak boleh bekerja di Indonesia. Namun, jika TKA semakin lama tinggal di Indonesia, bisa mengakibatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak memiliki kemampuan ahli yang sama dengan TKA tersebut.

“Program alih teknologi atau alih ilmu pengetahuan dapat dianggap gagal. Dengan ditentukan batas waktu maksimal, maka harapannya posisi TKA tersebut digantikan SDM dalam negeri yang telah mendapatkan ilmu alih teknologi," tutur Chandra.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pasien Kasus 27 Positif Virus Corona dari Penularan Lokal

Untuk pasien ke-27 ini, Achmad Yurianto menyatakan positif virus corona karena penularan lokal.

NASIONAL | 10 Maret 2020

Wakapolri: Jangan Gunakan Peluru Tajam untuk Amankan Isu Strategis 2020

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan Polri fokus dan konsisten mengawal berbagai isu strategis secara humanis dan tanpa peluru tajam.

NASIONAL | 10 Maret 2020

Gempa Sukabumi, Tidak Ada Korban Jiwa

Dampak gempa bumi berkekuatan M5.0 yang mengguncang di wilayah Sukabumi, mengakibatkan 93 rumah warga rusak, dan tidak ada korban jiwa.

NASIONAL | 10 Maret 2020

Pembunuh Hakim Jamaluddin Diserahkan ke Kejari Medan

Kejari Medan segera melakukan koordinasi dengan PN Medan terkait persidangan yang akan digelar nantinya.

NASIONAL | 10 Maret 2020

Gempa Bumi Sukabumi Berpusat di Darat

Hasil analisis memperlihatkan, gempa dengan magnitudo 4,9 itu terpusat di darat dengan koordinat 6.81 lintang selatan dan 106.66 bujur timur.

NASIONAL | 10 Maret 2020

Empat Buruh Tewas Ditabrak Mobil Saat Istirahat Demo

Sebuah mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi menabrak tenda berisi sejumlah buruh pabrik minuman kemasan yang sedang menginap di trotoar.

NASIONAL | 10 Maret 2020

Tangani Covid-19, Pemerintah Disarankan Libatkan RS Swasta

RS swasta yang memenuhi kriteria bisa juga pro aktif datang ke pemerintah untuk mensupport menjadi RS rujukan.

NASIONAL | 10 Maret 2020

Sekolah Diminta Berperan dalam Mencegah Perilaku Menyimpang Anak

Ketua KPAI Retno Listyarti mengatakan, perilaku menyimpang yang dilakukan remaja tersebut seharusnya dapat dikenali sejak dini.

NASIONAL | 9 Maret 2020

Lantik 6 Jaksa Baru, KPK Tambah Amunisi Berantas Korupsi

KPK mendapat amunisi baru di bidang penindakan. Pimpinan KPK melantik enam jaksa penuntut baru pada Selasa (10/3/2020).

NASIONAL | 10 Maret 2020

Terasa Hingga Jakarta, Gempa Sukabumi Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa tektonik magnitudo (M) 5,0 pada Selasa (10/3/2020) pukul 17.18.04 WIB berpusat di wilayah Sukabumi tidak berpotensi tsunami.

NASIONAL | 10 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS