Kucurkan Dana Pelatnas, Menpora: Hindari Penyimpangan

Kucurkan Dana Pelatnas, Menpora: Hindari Penyimpangan
Penandatanganan MoU dana pelatnas yang disaksikan langsung oleh Menpora Zainudin Amali di Media Center Menpora, Jakarta, Selasa (10/3/2020). ( Foto: kemenpora.go.id )
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 11 Maret 2020 | 22:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali kembali menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas usai mengucurkan dana pelatnas untuk National Paralympic Committee (NPC), Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), serta Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

"Karena ini menyangkut uang negara, kami hati-hati betul untuk penyalurannya. Jadi, kami menyalurkan ke pihak-pihak yang telah sesuai petunjuk ketentuan, sehingga reviewnya berkali-kali," ujar Menpora usai penandatanganan MoU di Media Center Menpora, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Ia menghimbau agar penyalahgunaan dana pelatnas ini tidak terulang karena dapat menghambat laporan keuangan kementeriannya.

"Saya berharap penggunaannya sesuai MoU. Ini berulang kali saya katakan karena ada kejadian yang akhirnya menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jika menjadi temuan BPK, maka akan menjadi beban dan laporan keuangan tahunan kami tersandera karena harus diselesaikan terlebih dahulu," ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah pemberian dana pelatnas ini juga telah disesuaikan dengan kebutuhan cabor dan kesanggupan pemerintah.

"Anggaran pemerintah sangat terbatas. Terlebih, tahun 2020 pemotongan luar biasa di kementerian kami. Mohon dimaklumi tapi niat kami segala sesuatunya kami buat setransparan, seakuntabel mungkin agar bisa dipertanggungjawabkan karena menyangkut uang negara," tandas Menpora.

Adapun MoU ini ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen PPON Yayan Rubaeni dengan Ketua Umum PB PSOI Arya Sena Subakto, Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun, serta Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid.

Untuk cabor panjat tebing, PB FPTI menerima Rp 6,9 miliar dari total usulan Rp 27,5 miliar dengan 10 dari 20 atlet yang disetujui. Sedangkan, PB PSOI menerima Rp 6,1 miliar dari Rp 9,3 miliar untuk 9 atlet dari 11 atlet yang diusulkan.

Dalam menghadapi Asean Para Games, Rp 45 miliar dikucurkan untuk NPC Indonesia. Sebelumnya diusulkan Rp Rp 141,4 miliar untuk menghadapi perhelatan yang akan diselenggarakan 20 Maret mendatang.

Dari total yang diusulkan Rp 75,3 miliar, dana sebesar Rp 30 miliar diberikan kepada NPC Indonesia untuk pelatnas Paralimpiade.

Guna mengasah kemampuan para atlet, dana fasilitasi ini akan digunakan untuk honorarium, akomodasi, try out dan try in, training camp, suplemen, peralatan hingga asuransi BPJS ketenagakerjaan bagi manager, atlet, pelatih dan tenaga pendukung.



Sumber: kemenpora.go.id