Lantik BSANK, Menpora: Pembinaan Atlet Harus Terencana

Lantik BSANK, Menpora: Pembinaan Atlet Harus Terencana
Pelantikan keanggotaan BSANK periode 2020-2024 oleh Menpora Zainudin Amali di Wisma Menpora, Jakarta, Rabu (11/3/2020). ( Foto: kemenpora.go.id )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 13 Maret 2020 | 08:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menekankan pembinaan olahraga Tanah Air harus by design (terstruktur dan terencana dengan baik). Sebab, perencanaan yang matang seperti melalui pembinaan atlet sejak dini dapat mengantarkan Indonesia ke berbagai kejuaraan.

Hal ini diungkapkan oleh Menpora Zainudin Amali ketika melantik pengurus Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) periode 2020-2024 di Wisma Menpora, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

"Saya harap ibu-bapak bekerja dengan sungguh-sungguh dengan loyalitas dan integritas karena akan menentukan perjalanan keolahragaan ke depan. Kita bertekad pembinaan olahraga kita harus didesain tidak boleh lagi by accident, melainkan by design mulai pembinaan usia dini sehingga sampai pada elite atlet," ujarnya.

Adapun BSANK bertugas untuk standardisasi dan akreditasi keolahragaan nasional.

Zainudin menambahkan, tugas BSANK ke depannya dapat berat karena jajarannya saat ini tengah menyusun grand design keolahragaan untuk berprestasi di tingkat regional, nasional, serta internasional.

Khususnya dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September mendatang. Haornas kali ini diharapkan dapat mengusung tema sports science atau penggunaan ilmu pengetahuan untuk memastikan para atlet dapat bertanding dalam kondisi prima.

"Tahun 2020 ini peringatan Haornas harus kita canangkan suatu tema besar yakni sports science. Tidak mungkin olahraga bisa maju dan berprestasi tanpa peran sport science," kata Menpora.

Dengan ini, keanggotaan BSANK yang baru diharapkan benar-benar membuat standard dan akreditasi sesuai yang dicita-citakan.

Dalam kesempatan yang sama, Menpora Zainudin menekankan pentingnya sinergi antara jajaran Menpora dengan BSANK.

"Saya minta kekompakannya setiap keputusan harus diputuskan secara kolektif. Tidak boleh ada keputusan yang individual dan perorangan. Sering-sering berkoordinasi dengan kami karena keputusan apapun dari BSANK adalah bagian dari keputusan Menpora. Terus bersinergi karena tujuan kita adalah prestasi nasional," pesan Menpora.



Sumber: kemenpora.go.id