STP IPB Gelar Business Matching Startups Asia Tenggara

STP IPB Gelar Business Matching Startups Asia Tenggara
ASEAN-JAIF ABINet Bussiness Matching 2020 di IPB International Convention Center, Bogor, Kamis (12/3). (Foto: Ist)
Heriyanto / HS Jumat, 13 Maret 2020 | 09:18 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Direktorat Kawasan Sains Teknologi dan Inkubator Bisnis-IPB University (Directorate of Science Techno Park and Business Incubator- STP IPB University) melaksanakan bussines matching internasional, khususnya dari kawasan Asia Tenggara. Acara yang dikenal dengan ASEAN-JAIF ABINet Bussiness Matching 2020 itu diikuti 32 wirausaha pemula (startups) di kawasan ASEAN.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria di Bogor, Kamis (12/3), membuka ASEAN-JAIF ABINet Bussiness Matching 2020 yang berada di bawah naungan ASEAN Business Incubator Network (ABINet), para investor dari Jepang dan Asia Tenggara. Hadir juga dalam I Wayan Dipta selaku Project Manager ASEAN-JAIF (The Japan-ASEAN Integration Fund), Hadi K Purwadaria sebagai Project Coordinator, dan Destry Anna Sari sebagai Chair of the ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME).

Erika B Laconi selaku Wakil Rektor bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan IPB menjelaskan bahwa kepercayaan kepada IPB untuk menggelar kegiatan tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing wirausaha pemula dari Indonesia. Hal itu sejalan dengan komitmen Kawasan Sains Teknologi dan Inkubator Bisnis (Science Techno Park IPB) untuk memperluas berbagai invensi perguruan tinggi sehingga bisa diterima masyarakat.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan visi dan misi IPB untuk melakukan komersialisasi invensi yang telah dihasilkan IPB, terutama para pengusaha startup dalam binaan Inkubator Bisnis STP IPB dan perusahaan dalam lingkup PT Bogor Life Science and Technology sebagai holding company IPB,” jelasnya.

Wayan Dipta menambahkan kegiatan yang menghadirkan para wirausaha dan investor dalam tingkat ASEAN itu menjadi kesempatan untuk meningkatkan daya saing. Hal ini penting karena pasar ASEAN yang semakin menyatu menuntut kemampuan bersaing dengan sesama wirausaha.
Dia mengatakan ASEAN-JAIF sudah menggelar sejumlah rangkaian kegiatan sejak beberapa tahun sebelumnya dengan fokus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tingkat ASEAN. Adapun pendekatannya dengan memperkuat inkubator bisnis bagi UMKM dalam bidang pertanian, manufaktur, dan teknologi informasi.

“Kegiatan bussines matching ini merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mempertemukan para pengusaha pemula dengan investor,” jelas Wayan yang pernah berkarir di Kementerian Koperasi dan UKM ini.

Sedangkan Destry Anna Sari menekankan pentingnya peningkatan kualitas produksi dari para pengusaha pemula dan UMKM sehingga bisa bersaing di dalam maupun luar negeri.

Destry yang juga Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM menilai forum bussines matching merupakan kesempatan yang sangat bagus dalam memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produksi. Hal itu penting dilakukan sehingga potensi pasar di dalam negeri jangan sampai didominasi oleh pelaku dari luar negeri.

“Untuk mempunyai daya saing yang tinggi maka salah satu yang harus diperkuat adalah kualitas. Ini merupakan pekerjaan rumah bersama untuk diperkuat,” ujar Destry.



Sumber: BeritaSatu.com