Senin, 7 Agustus 2023

STP IPB Gelar Business Matching Startups Asia Tenggara

Penulis: Heriyanto | Editor: HS
Jumat, 13 Maret 2020 | 09:18 WIB
ASEAN-JAIF ABINet Bussiness Matching 2020 di IPB International Convention Center, Bogor, Kamis (12/3).
ASEAN-JAIF ABINet Bussiness Matching 2020 di IPB International Convention Center, Bogor, Kamis (12/3). (Ist)

Bogor, Beritasatu.com - Direktorat Kawasan Sains Teknologi dan Inkubator Bisnis-IPB University (Directorate of Science Techno Park and Business Incubator- STP IPB University) melaksanakan bussines matching internasional, khususnya dari kawasan Asia Tenggara. Acara yang dikenal dengan ASEAN-JAIF ABINet Bussiness Matching 2020 itu diikuti 32 wirausaha pemula (startups) di kawasan ASEAN.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria di Bogor, Kamis (12/3), membuka ASEAN-JAIF ABINet Bussiness Matching 2020 yang berada di bawah naungan ASEAN Business Incubator Network (ABINet), para investor dari Jepang dan Asia Tenggara. Hadir juga dalam I Wayan Dipta selaku Project Manager ASEAN-JAIF (The Japan-ASEAN Integration Fund), Hadi K Purwadaria sebagai Project Coordinator, dan Destry Anna Sari sebagai Chair of the ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME).

Erika B Laconi selaku Wakil Rektor bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan IPB menjelaskan bahwa kepercayaan kepada IPB untuk menggelar kegiatan tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing wirausaha pemula dari Indonesia. Hal itu sejalan dengan komitmen Kawasan Sains Teknologi dan Inkubator Bisnis (Science Techno Park IPB) untuk memperluas berbagai invensi perguruan tinggi sehingga bisa diterima masyarakat.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan visi dan misi IPB untuk melakukan komersialisasi invensi yang telah dihasilkan IPB, terutama para pengusaha startup dalam binaan Inkubator Bisnis STP IPB dan perusahaan dalam lingkup PT Bogor Life Science and Technology sebagai holding company IPB,” jelasnya.

Advertisement

Wayan Dipta menambahkan kegiatan yang menghadirkan para wirausaha dan investor dalam tingkat ASEAN itu menjadi kesempatan untuk meningkatkan daya saing. Hal ini penting karena pasar ASEAN yang semakin menyatu menuntut kemampuan bersaing dengan sesama wirausaha.
Dia mengatakan ASEAN-JAIF sudah menggelar sejumlah rangkaian kegiatan sejak beberapa tahun sebelumnya dengan fokus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tingkat ASEAN. Adapun pendekatannya dengan memperkuat inkubator bisnis bagi UMKM dalam bidang pertanian, manufaktur, dan teknologi informasi.

“Kegiatan bussines matching ini merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mempertemukan para pengusaha pemula dengan investor,” jelas Wayan yang pernah berkarir di Kementerian Koperasi dan UKM ini.

Sedangkan Destry Anna Sari menekankan pentingnya peningkatan kualitas produksi dari para pengusaha pemula dan UMKM sehingga bisa bersaing di dalam maupun luar negeri.

Destry yang juga Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM menilai forum bussines matching merupakan kesempatan yang sangat bagus dalam memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produksi. Hal itu penting dilakukan sehingga potensi pasar di dalam negeri jangan sampai didominasi oleh pelaku dari luar negeri.

“Untuk mempunyai daya saing yang tinggi maka salah satu yang harus diperkuat adalah kualitas. Ini merupakan pekerjaan rumah bersama untuk diperkuat,” ujar Destry.



Sumber: BeritaSatu.com

Bagikan

BERITA TERKAIT

DPR Dorong Implementasi Five Point Consensus Myanmar di Sidang AIPA

DPR Dorong Implementasi Five Point Consensus Myanmar di Sidang AIPA

NASIONAL
ERIA Ingatkan ASEAN Bersiap Hadapi Era Artificial Intelligence

ERIA Ingatkan ASEAN Bersiap Hadapi Era Artificial Intelligence

OTOTEKNO
Enggartiasto Lukita Dorong Agenda Digitalisasi dan Integrasi Ekonomi ASEAN

Enggartiasto Lukita Dorong Agenda Digitalisasi dan Integrasi Ekonomi ASEAN

EKONOMI
Ada 15.000 Perusahaan Jepang di ASEAN, Investasi 2022 Capai US$ 26,7 Miliar

Ada 15.000 Perusahaan Jepang di ASEAN, Investasi 2022 Capai US$ 26,7 Miliar

EKONOMI
Tiongkok Sumber Investasi Terbesar ASEAN, Nilainya US$ 13,8 Miliar

Tiongkok Sumber Investasi Terbesar ASEAN, Nilainya US$ 13,8 Miliar

EKONOMI
BNPB Gelar Simulasi dan Edukasi Bencana Tingkat Asia Tenggara

BNPB Gelar Simulasi dan Edukasi Bencana Tingkat Asia Tenggara

NASIONAL

BERITA TERKINI

Al Hilal Tawari Osimhen Gaji Rp 16,7 Miliar Sepekan

SPORT 9 menit yang lalu
1060820

Hasil Pertandingan Sunderland vs Ipswich: Gol Broadhead dan Hirst Tentukan Kemenangan Tim Tamu

SPORT 37 menit yang lalu
1060866

Nintendo Switch Sulit Kalahkan Penjualan PlayStation 2, Ini Alasannya

OTOTEKNO 1 jam yang lalu
1060863

Penonton Semesta Berpesta Yogyakarta Puas Nikmati Penampilan Kahitna dan Yovie and Nuno

LIFESTYLE 1 jam yang lalu
1060865

Dipinang Sandiaga Uno Masuk Tim Pemenangan Ganjar, Khofifah Tak Mau Buru-buru

BERSATU KAWAL PEMILU 2 jam yang lalu
1060864

Apple Dinilai Lambat Adopsi Teknologi AI, Ini Kata Tim Cook

OTOTEKNO 2 jam yang lalu
1060860

Raffi Ahmad Takut Adiknya Diperlakukan Kasar oleh Jeje Govinda

LIFESTYLE 2 jam yang lalu
1060862

Mahasiswa UI Dibunuh, Ketua Himpunan Sastra Rusia Tak Sangka Stafnya Tewas di Tangan Teman Kontrakannya

MEGAPOLITAN 2 jam yang lalu
1060857

BAF Lions Run 2023, Ajang Lari Amal Galang Donasi Entaskan Kelaparan

SPORT 3 jam yang lalu
1060856

Soal Maju Jadi Cawapres, Khofifah Belum Dapat Lampu Hijau dari PBNU

BERSATU KAWAL PEMILU 4 jam yang lalu
1060855
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Meregang Nyawa di Pelintasan Sebidang

Opini Text

Identitas Indonesia

Identitas Indonesia

Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno