RUU Ciptaker untuk Memperluas Kesempatan Kerja
INDEX

BISNIS-27 532.645 (0.35)   |   COMPOSITE 6373.41 (7.9)   |   DBX 1200.38 (0)   |   I-GRADE 185.572 (-1.85)   |   IDX30 530.591 (1.96)   |   IDX80 143.3 (1.12)   |   IDXBUMN20 436.746 (0.64)   |   IDXESGL 146.832 (1.65)   |   IDXG30 145.313 (-1.67)   |   IDXHIDIV20 465.476 (1.87)   |   IDXQ30 150.721 (-1.62)   |   IDXSMC-COM 298.62 (1.8)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (5.72)   |   IDXV30 150.9 (5.44)   |   INFOBANK15 1063.78 (-18.45)   |   Investor33 452.728 (-0.28)   |   ISSI 189.451 (1.04)   |   JII 667.742 (5.84)   |   JII70 234.615 (1.72)   |   KOMPAS100 1279.35 (2.16)   |   LQ45 988.752 (2.86)   |   MBX 1764.22 (2.52)   |   MNC36 335.71 (0.75)   |   PEFINDO25 340.233 (1.02)   |   SMInfra18 325.434 (-1.27)   |   SRI-KEHATI 386.573 (-1.21)   |  

RUU Ciptaker untuk Memperluas Kesempatan Kerja

Jumat, 13 Maret 2020 | 09:34 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / JEM

Yogyakarta, Beritasatu.com - Undang-undang Cipta Karya (Ciptaker), bertujuan memperluas dan menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia. Salah satunya, dengan cara mendorong investasi melalui penyederhanaan serta penyelarasan regulasi dan perizinan. RUU Cipta Kerja dirancang sebagai jalan pembuka untuk mencapai misi tersebut.

Staf Khusus Presiden RI Arif Budimanta dalam Diskusi Publik tentang RUU'Cipta Kerja di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (12/03/2020 mengatakan, poin yang disasar RUU ini meliputi peningkatan kompetensi pencari kerja, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja, peningkatan investasi, kemudahan berusaha, serta pemberdayaan UMK-M dan koperasi.

Dikatakan, dinamika perubahan ekonomi global memerlukan respons yang cepat dan tepat. Dengan RUU Cipta Kerja, perubahan struktur ekonomi diharapkan terjadi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen hingga 6,0 persen.

Sementara, transformasi ekonomi pun diharapkan lahir agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menjadi lima besar ekonomi terkuat di dunia tahun 2045.

Sedang porsi substansi, RUU Cipta Karya menurut Arif Budimnta, terdiri dari 15 bab dan 174 pasal ini berbicara soal perizinan, kemudahan berusaha, investasi dan UMKM/Koperasi sebanyak 86,5%.

“Sisanya membahas ketenagakerjaan, kawasan ekonomi, pengenaan sanksi, serta riset dan inovasi,” kata Arif.

Ditambahkan Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Reza Yamora Siregar, RUU Cipta Kerja setidaknya dilatarbelakangi 5 hal. Pertama, kompleksitas dan obesitas regulasi, baik di pusat maupun daerah, dengan total ada 43.604 peraturan.

Kedua, peringkat daya saing Indonesia yang masih rendah. Berdasarkan hasil survei, beberapa faktor utama permasalahan berbisnis di Indonesia antara lain korupsi, birokrasi yang tidak efisien, kepastian kebijakan, dan ketenagakerjaan.

Ketiga, tingginya angkatan kerja yang tidak/belum bekerja maupun bekerja tidak penuh. Berdasarkan data ada 7,05 juta pengangguran, 2,24 juta angkatan kerja baru, 8,14 juta setengah penganggur, dan 28,41 juta pekerja paruh waktu. Artinya, ada 45,84 juta atau 34,4% angkatan kerja yang bekerja tidak penuh.

Keempat, perlunya pemberdayaan UMKM dan peningkatan peran koperasi. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) adalah sebesar 60,34% dan menyerap lebih dari 97,02% dari total tenaga kerja.

Terakhir, ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global yang turut mempengaruhi kondisi ekonomi tanah air, seperti perang dagang antara AS dan RRT, ketegangan di Timur Tengah, Wabah Virus Korona, dan dinamika perubahan ekonomi global lainnya.

Menurut Reza, RUU Cipta Kerja masih terbuka untuk dibahas dan diharmonisasikan di DPR RI. Masukan dan penyempurnaan rumusan akan dimuat dalam Daftar Inventaris Masalah (DIM) yang disusun DPR RI. Aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan yang disampaikan kepada pemerintah juga akan dibawa dalam pembahasan dengan DPR RI.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Paripurna juga menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing.

“Salah satu yang harus diatasi adalah tumpang tindihnya peraturan untuk memudahkan investasi. Jika tidak ada investor, tidak tercipta lapangan kerja. Jadi RUU Cipta Kerja ini diharapkan menjadi lompatan besar untuk memenangkan persaingan. Ini adalah upaya yang ambisius sekaligus brilian untuk memajukan perekonomian nasional,” ujar Paripurna.

Dosen Departemen Sosiologi FISIPOL UGM, Tadjuddin Noer Effendy menambahkan, RUU Cipta Kerja adalah terobosan yang dilakukan oleh negara untuk membantu para tenaga kerja dan calon tenaga kerja anak-anak bangsa.

“RUU Cipta Kerja dibuat untuk melindungi dan mendukung anak-anak muda milenial untuk mendapat kesejahteraan,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

STP IPB Gelar Business Matching Startups Asia Tenggara

Peluang untuk meningkatkan daya saing wirausaha pemula dari Indonesia.

NASIONAL | 13 Maret 2020

Sengketa Pembangunan Gereja, GBI Tlogosari Siap Tempuh Jalur Hukum

Bahkan, selama proses pembangunan, pihak gereja mendapatkan intimidasi dari sebagian kelompok masyarakat sekitar.

NASIONAL | 13 Maret 2020

Lantik BSANK, Menpora: Pembinaan Atlet Harus Terencana

Menpora Zainudin Amali berpesan kepada anggota BSANK agar pembinaan olahraga terstruktur untuk meraih prestasi di kancah internasional.

NASIONAL | 13 Maret 2020

Gubernur Sebut Informasi Terbaru 4 Warga Banten Positif Covid-19

Wahidin berharap dan mengimbau agar warga Banten untuk menghindari tempat-tempat umum atau pertemuan-pertemuan umum.

NASIONAL | 13 Maret 2020

Kreativitas Generasi Muda Jadi Pemicu Desa Mandiri

Ketika mengunjungi Desa Wunuri, Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi berharap anak muda aktif dalam memajukan

NASIONAL | 13 Maret 2020

KPK Lelang Barang Rampasan Perkara Korupsi E-KTP

Selain perkara e-KTP dengan terpidana Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung, barang rampasan lain yang dilelang berasal dari perkara suap Kempora.

NASIONAL | 13 Maret 2020

KPK: Seleksi Deputi Penindakan Rampung Bulan Depan

Terdapat 11 calon yang telah mendaftar dan mengikuti proses seleksi. Empat nama berasal dari institusi Kejaksaan Agung dan tujuh nama dari Kepolisian.

NASIONAL | 12 Maret 2020

Kejagung Buru Aset Tersangka Jiwasraya ke Luar Negeri

"Kami temukan juga tersangka yang diduga telah melarikan asetnya ke beberapa perusahaan maupun perorangan di luar negeri."

NASIONAL | 12 Maret 2020

KPK Cecar Lukma Neska Soal Aliran Dana Minyak Anak Usaha Pertamina

Lukma Neska diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Managing Director PES dan mantan Dirut Petral Bambang Irianto.

NASIONAL | 12 Maret 2020

Evaluasi Proker 2019, Sekjen Kemendes Tekankan Tiga Pilar Ini

Sekjen Kemendes PDTT menekankan pentingnya tiga pilar manajemen guna menghadapi RPJMN 2020-2024.

NASIONAL | 12 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS