Sekolah Ditutup, UN Tetap Digelar Sesuai Jadwal

Sekolah Ditutup, UN Tetap Digelar Sesuai Jadwal
Ilustrasi ujian nasional berbasis komputer. ( Foto: Antara / Harviyan Perdana Putra )
Maria Fatima Bona / IDS Sabtu, 14 Maret 2020 | 19:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk melakukan pencegahan dini terhadap dampak virus corona (Covid-19), beberapa kabupaten/kota dan provinsi memutuskan untuk menutup sekolah dan menunda pelaksanaan ujian nasional (UN). Dua di antaranya adalah provinsi DKI Jakarta dan Kota Solo.

Merespons hal tersebut, Plt Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Totok Suprayitno mengatakan, dalam kondisi darurat, jadwal UN akan mengakomodasi kebijakan Pemda. Artinya, apabila Pemda memutuskan menutup sekolah, maka penjadwalan UN akan disesuaikan. Namun, secara nasional, Kemdikbud akan tetap menjalankan UN sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Jadi kami akan mengakomodasi untuk Pemda menutup sekolah dan jika daerah tidak mengambil kebijakan menutup sekolah, maka UN dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah direncanakan,” kata Totok kepada Beritasatu, Sabtu (14/3/2020) petang.

Adapun UN akan digelar mulai Senin (16/3/2020) mendatang. UN SMK akan digelar pada 16-19 Maret, UN SMA/MA sederajat pada 30 Maret-2 April, UN SMP/MTS pada 20-23 April, UN untuk Paket C pada 4-7 April, dan UN Paket B pada 2-4 Mei.

Sedangkan untuk jadwal susulan, UN SMA/MA/ SMK digelar pada 7-8 April dan untuk SMP/Mts pada 29-30 April 2020.

Totok juga menegaskan, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ini, Kemdikbud telah mengeluarkan protokol kesehatan sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud No 3/2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada pelaksanaan UN.

“Protokol pencegahan Covid-19 harus benar-benar dilaksanakan oleh semua pihak,” ucap Totok.

Secara terpisah, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Abdul Mu’ti mengatakan, pelaksanaan UN 2020 ini mengacu pada prosedur operasional standar (POS) UN yang meliputi dua hal.

Pertama, jika pemerintahan provinsi atau kabupaten/kota menyatakan keadaan darurat di wilayahnya maka pelaksanaan UN dapat dijadwalkan kemudian setelah berkoordinasi dengan penyelenggara dan panitia UN tingkat pusat.

Kedua, jika pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tidak menyatakan keadaan darurat di wilayahnya, maka UN tetap dilaksanakan sesuai jadwal POS dan protokol UN.

Berdasarkan data Kemdikbud, akan ada 8,3 juta siswa peserta UN 2020 ini. Mereka berasal dari 105.000 satuan pendidikan dengan perincian tingkat SMP (3.186.367), Mts (996.446), SMA (1.546.936), MA (468.441), SMK (1.547.208), Paket B (207.356), dan Paket C (377.653).



Sumber: BeritaSatu.com